Posts tagged ‘air foto network’

June 8, 2011

KANAKANAK : Kelas Fotografi Khusus Anak

Menjumpai sahabat…

air foto network membuka sebuah kelas fotografi yaitu

KANAKANAK
Kelas Fotografi Khusus Anak

Kanakanak

Kanakanak

(c) air foto network

TUJUAN
Kelas fotografi ini khusus ditujukan bagi anak-anak yang berusia antara 8 tahun s/d 15 tahun. Anak-anak ini nantinya diharapkan dapat memahami pendidikan fotografi secara umum sehingga mereka dapat menggunakan media fotografi untuk melatih kepercayaan diri. Selain itu anak-anak diharapkan mampu untuk menyalurkan imajinasi dan kreativitas anak-anak melalui karya fotografi.

WAKTU
Kelas & Pendidikan Singkat Fotografi ini diadakan setiap bulannya dengan 3 kali pertemuan @ 2 jam.

TEMPAT
Cawan Photo Space
Surapati Core Blok M32 Lantai 3
Jalan PHH.Mustofa 39
Bandung

SYARAT & KETENTUAN

Kelas Fotografi ini dibuat khusus untuk anak-anak usia 8 – 15 tahun.

Hari dan waktu kelas fotografi ini menyesuaikan antara jadwal para peserta /anak-anak.

Maksimal pendaftaran 12 orang anak di setiap kelasnya.

Kelas Fotografi ini dapat berjalan dengan minimal 5 orang peserta.

Masing-masing peserta diharapkan membawa kamera dengan tipe apapun (digital pocket & dslr) pada saat mengikuti kelas fotografi ini.

BIAYA
* Biaya Pendaftaran Rp 100.000,-
* Biaya Kelas & Workshop Rp 900.000,-
* Pembayaran dapat dilakukan secara langsung di air foto network atau melalui transfer ke rek BCA atas nama Christina Listya Budhi 4370828551 KCP Ahmad Yani (konfirmasi pembayaran melalui telepon ke no 022-87242729)
* Potongan biaya (discount) sebesar Rp 100.000,- akan diberikan kepada setiap peserta dengan syarat:
– Peserta yang memiliki account twitter wajib mem-follow & mention twitter air foto network (@airfotonetwork) dengan cara menuliskan nama lengkap & mencantumkan hashtag #kanakanak
Contoh : @airfotonetwork | Stephanie Zubaidah | #anakanak
– Peserta wajib menge-like Fan Page Facebook milik air foto network –> http://on.fb.me/NdGD2h

BATAS AKHIR PENDAFTARAN
Setiap akhir bulan sebelum kelas atau proses belajar mengajar dimulai di setiap awal bulan.

FASILITAS PESERTA
Handout / modul fotografi.
Makan Siang / Lunch dan Snack.
Ruang kelas dengan Air Conditioner (AC).
Ruang Hijau untuk rehat, santai & obrolan kecil.
Laptop & LCD Projector untuk presentasi karya peserta.
Sertifikat khusus keikutsertaan Kelas Workshop Fotografi.

Mengalir sampai jauh…

INFO LANJUT
air foto network
agensi, edukasi & manajemen fotografi
surapati core blok m32
jl. phh. mustofa 39 bandung 40192
ph. +62-22-87242729
airfotonetwork@gmail.com
facebook / air foto network
twitter @airfotonetwork
http://www.airfotonetwork.com

June 8, 2011

MOTHERS : Kelas Fotografi Khusus Ibu

Menjumpai sahabat…

air foto network membuka sebuah program kelas fotografi yaitu

MOTHERS
Kelas Fotografi Khusus Ibu

TUJUAN
Agar para ibu baik yang meniti karir maupun yang bekerja sebagai ibu rumah tangga dapat memiliki kemampuan lain dalam bidang fotografi. Sehingga nantinya ilmu fotografi tersebut dapat disalurkan sesuai dengan hobi para ibu masing-masing. Misalnya untuk memotret masakan, memotret anak-anak, memotret kegiatan jalan-jalan, dan lain sebagainya.

WAKTU
Kelas Workshop Sehari Fotografi ini diadakan setiap bulannya dengan lama pertemuan @ 5 – 7 jam.

TEMPAT
AP Photo Library
Surapati Core Blok M32 Lantai 1
Jalan PHH.Mustofa 39
Bandung

SYARAT & KETENTUAN
* Kelas Workshop Fotografi ini dibuat khusus untuk para ibu.
* Hari dan waktu workshop foto ini menyesuaikan antara jadwal para peserta /para ibu.
* Maksimal pendaftaran 12 orang ibu di setiap kelasnya.
* Kelas Workshop Fotografi ini dapat berjalan dengan minimal 7 orang peserta ibu-ibu.
* Masing-masing peserta diharapkan membawa kamera dengan tipe apapun (digital pocket & dslr) pada saat mengikuti kelas workshop fotografi ini.

BIAYA
* Biaya Kelas & Workshop Rp 200.000,-
* Pembayaran dapat dilakukan secara langsung di air foto network atau melalui transfer ke rek BCA atas nama Christina Listya Budhi 4370828551 KCP Ahmad Yani (konfirmasi pembayaran melalui telepon ke no 022-87242729).
* Potongan biaya (discount) sebesar Rp 50.000,- akan diberikan kepada setiap peserta dengan syarat:
– Peserta yang memiliki account twitter wajib mem-follow & mention twitter air foto network (@airfotonetwork) dengan cara menuliskan nama lengkap & mencantumkan hashtag #mothers
Contoh : @airfotonetwork | Stephanie Zubaidah | #mothers
– Peserta wajib menge-like Fan Page Facebook milik air foto network –> http://on.fb.me/NdGD2h

BATAS AKHIR PENDAFTARAN
Setiap akhir bulan sebelum kelas atau proses belajar mengajar dimulai di setiap awal bulan.

FASILITAS PESERTA
* Handout / modul fotografi.
* Makan Siang / Lunch dan Snack.
* Ruang kelas dengan Air Conditioner (AC).
* Ruang Hijau untuk rehat, santai & obrolan kecil.
* Laptop & LCD Projector untuk presentasi karya peserta.
* Sertifikat khusus keikutsertaan Kelas Workshop Fotografi.

INSTRUKTUR FOTOGRAFI
Dudi Sugandi

Photo Editor of air foto network & Photo Journalist
Galih Sedayu
Director of air foto network & Photographer
Ruli Suryono
Photo Principal of air foto network & Photographer

Mengalir sampai jauh…

INFO LANJUT
air foto network
agensi, edukasi & manajemen fotografi
surapati core blok m32
jl. phh. mustofa 39 bandung 40192
ph. +62-22-87242729
airfotonetwork@gmail.com
facebook / air foto network
twitter @airfotonetwork
http://www.airfotonetwork.com

June 6, 2011

Dokumentasi Foto Program Photo Rendezvous #5 bersama Sandi Jaya Saputra @ Glamour Level PVJ

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

all pictures are courtesy of apc institute

Minggu 15 Mei 2011

June 5, 2011

FOTOGRAFI BERGERAK – Media Informasi, Komunikasi & Edukasi Fotografi

Fotografi Bergerak adalah sebuah blog media informasi, komunikasi dan edukasi peradaban fotografi bagi komunitas kreatif di indonesia. Fotografi Bergerak berisikan tentang segala hal yang berkaitan dengan dunia fotografi baik itu berupa karya foto, tulisan fotografi, forum komunitas foto, informasi fotografi maupun ulasan mengenai kegiatan kreatif fotografi.Fotografi Bergerak dikelola oleh apc institute, yaitu sebuah Lembaga Usaha Fotografi yang bergerak di bidang komunikasi, pencitraan & edukasi. Dengan adanya Fotografi Bergerak ini, kami menyimpan harapan untuk dapat membangun jejaring dan menciptakan energi kreatif secara bersama-sama bagi perkembangan dunia fotografi. Karenanya, kami mengharapkan kolaborasi yang terus dihadirkan dalam sebuah kreativitas & karya demi merajut sebuah peradaban cahaya. Salam.

INFO LANJUT
apc institute
agency, program management & creative school of photography
surapati core blok m32
jalan phh.mustofa 39 bandung
telepon 022-87242729 / 70160771
contact person: rani (022-92347207)
apc_institute@yahoo.com
facebook/apc institute & twitter @apcinstitute
http://www.apc-institute.com

June 4, 2011

Karya foto Tribute To Nature Photography & Digital Imaging Exhibition – 2011

KATEGORI DIGITAL IMAGING

(c) Agum Kurniawan, Jakarta – KDI

(c) Ari Sanjaya Lim, Jakarta – KDI

(c) Charles Adi Prabowo, Surabaya – KDI

(c) Diver Dantika, Bandung – KDI

(c) Donni Arifianto, Bandung – KDI

(c) Hendra M, Bandung – KDI

(c) Hendra Mulya, Bandung – KDI

(c) Kaharudin, Batam – KDI

(c) Taufik Noor A, Bandung – KDI

(c) Varhan Christihap, Depok – KDI

KATEGORI FOTOGRAFI

(c) Agus Sucipta, Bali – KF

(c) Agus Sucipta, Bali – KF

(c) Ahmad Samsudin, Semarang – KF

(c) Anom Manik Agung, Bali – KF

(c) Anom Manik Agung, Bali – KF

(c) Dede Sudiana, Bogor – KF

(c) Edison Paulus, Bandung – KF

(c) Hari Agung, Jawa Timur – KF

(c) I Ketut Widiatmika, Bali – KF

(c) IB Ngurah Primarta, Bali – KF

(c) I Made Gede Suherman, Bali – KF

(c) Kristo Joelyanta, Bali – KF

(c) Muhamad Nasrul Akbar, Bandung – KF

(c) Nur Efendi, Bali – KF

(c) Oki Lutfi, Bandung – KF

(c) Ricky Rochimat, Bandung – KF

(c) Sutarya Partadisastra, Bandung – KF

(c) Tamdy Septiandi, Bandung – KF

(c) Kusnadi, Bandung – KF

(c) Kusnadi, Bandung – KF

June 4, 2011

Kisah Wayan Mertayani yang Menjuarai Lomba Foto Internasional berkat Kamera Pinjaman

Kisah Wayan Mertayani patut diacungi jempol. Meski tak punya kamera, gadis 16 tahun asal Karangasem, Bali, itu berhasil menjuarai lomba foto internasional di Belanda. Mei tahun lalu, dia bahkan diundang ke Negeri Kincir Angin tersebut. Kini, Wayan sedang menunggu hadiah uang yang dijanjikan dengan harapan bisa mengurangi kemiskinan keluarganya.

———————————————
CHAIRUL AMRI S., Karangasem
———————————————
Siang itu, langit di atas Pantai Bias Lantang tampak mendung. Meski demikian, pantai di Desa Purwakerti, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, tersebut terlihat indah dipandang. Di pinggir pantai itu, terdapat sebuah rumah sangat sederhana, berukuran sekitar 3 x 4 meter. Semua dinding rumah tersebut terbuat dari gedek (anyaman bambu) dan beratap seng.Itulah rumah Wayan Mertayani. Sehari-hari, gadis 16 tahun tersebut tinggal bersama ibunya, Ni Nengah Kirep, 45, dan adiknya, Ni Nengah Jati, 13. Untuk menyambung hidup, Kirep beternak ayam yang jumlahnya hanya belasan ekor. Selain itu, dia menjadi pemulung barang-barang bekas. Ketika Radar Bali (Jawa Pos Group) berkunjung ke rumahnya siang itu, Wayan sedang bersiap-siap berangkat sekolah. “Saya sekarang kelas satu SMA,” kata Wayan yang akrab disapa Sepi itu karena lahir pas hari raya Nyepi.Melihat kehidupan sehari-hari Wayan yang jauh dari kesan berkecukupan, mungkin tak akan pernah ada yang mengira bahwa gadis berwajah manis tersebut menjadi juara lomba foto internasional di Belanda. Tapi, itulah yang terjadi.Bagaimana ceritanya? Semua itu bermula ketika Wayan berkenalan dengan Mrs Dolly Amarhoseija, turis asal Belanda, Juli 2009. Dari perkenalan tersebut, hubungan mereka kian akrab. Wayan yang sejak kecil bercita-cita menjadi wartawan tertarik pada kamera milik Dolly.

Oleh Dolly, Wayan diajari cara memotret. Selanjutnya, kamera digital itu dipinjamkan Dolly kepada Wayan. Betapa gembiranya Wayan saat itu. Berbekal kamera pinjaman milik Dolly, Wayan memotret sejumlah objek di sekitar rumahnya.

Di antara belasan objek yang dibidik Wayan, ada salah satu objek yang menarik perhatian Dolly yang memang menekuni bidang fotografi tersebut. Objek itu adalah potret pohon ubi karet dengan dahan tanpa daun yang tumbuh di depan rumah Wayan. Seekor ayam bertengger di salah satu dahan tanpa daun itu. Ada juga handuk merah jambu dan baju keseharian yang dijemur di bawahnya.

Karena dianggap bagus, atas seizin Wayan, foto tersebut dikirim Dolly ke Belanda untuk mengikuti lomba foto internasional 2009 yang dihelat Yayasan Anne Frank. Tak disangka-sangka, hasil jepretan Wayan dengan objek pohon ubi karet dan ayam itu ternyata memikat 12 fotografer dunia dari World Press Photo yang menjadi juri dalam ajang lomba tersebut. Objek yang dibidik Wayan itu pun akhirnya ditetapkan sebagai juara karena dianggap sangat tepat dengan tema dalam lomba tersebut: Apa Harapan Terbesarmu?.

Kabar membanggakan itu diterima Wayan akhir Desember 2009 melalui Merry. Dia adalah pemilik vila Sinar Cinta di Karangasem, Bali, yang juga teman Dolly. Atas prestasi tersebut, Wayan diundang ke Belanda pada 3 Mei lalu untuk menerima langsung hadiah. Yakni, kamera saku digital, laptop, serta uang Rp 40 juta.

Mengapa membidik ayam yang sedang bertengger di pohon ubi karet itu? “Ayam itu adalah simbol diri dan kehidupan keluarga kami. Ayam itu kalau panas kepanasan dan kalau hujan kehujanan. Sama seperti saya,” jawab Wayan. Lebih lanjut, dia menceritakan, meski punya rumah, rumah yang dia tinggali itu tak ideal disebut rumah. “Karena atapnya seng, kalau panas kami kepanasan. Kalau hujan, kami kehujanan. Sebab, atapnya banyak yang bocor,” ceritanya.

Ketika ditanya, apakah ada yang berubah setelah dia berhasil meraih juara bergengsi itu” Wayan hanya tersenyum. “Nggak ada yang berubah. Sama saja seperti dulu. Kami masih tinggal di gubuk ini. Kalau pun ada yang berubah, ya, saya banjir sanjungan, he” he” he?,” kata Wayan dibarengi tawanya yang renyah. Terutama sanjungan dari teman-teman sekolah dan bapak/ibu gurunya.

Wayan mengakui, sejak dia mendapatkan penghargaan dari Yayasan Anne Frank, pandangan orang terhadap keluarganya berubah. Dulu, baik dia maupun ibunya kerap menuai cibiran dari sebagian warga. Meski demikian, apa yang pernah dia raih, rupanya tak membuat Wayan besar kepala. Dia masih tetap menjalani hidupnya seperti sebelum mendapatkan penghargaan. “Tentu saya bersyukur. Tapi, saya juga tidak mau berlebihan,” kata penggemar berat novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata ini.

Wayan mengatakan, hidup keluarganya memang masih jauh dari berkecukupan. Ayahnya meninggal, sejak Wayan masih balita. Untuk menyambung hidup, ibu Wayan bekerja serabutan. Selain beternak ayam dan menjadi pemulung, sang ibu, Kirep, juga berjualan makanan di tepi pantai. Tapi, untuk aktivitas ini, Kirep mengaku terpaksa berhenti. Itu karena sebulan terakhir ini kesehatannya terganggu. “Ibu saya terkena gangguan ginjal. Sebenarnya sejak 2003 lalu. Tapi, akhir-akhir ini sering kumat,” papar Wayan yang kisah hidupnya telah dibukukan dengan judul  Potret Terindah dari Bali ini.

“Ginjal kanan saya kumat lagi. Kalau angkat yang berat-berat terasa sakit,” ujar Kirep, yang siang itu mendampingi puteri sulungnya. Dengan kondisi seperti itu, Kirep lebih banyak di rumah. Pagi hari dia hanya memulung. Selesai itu, dia pun kembali ke rumah untuk memasak serta mengurus ternak ayam serta kambing yang dia gembalakan di pinggiran pantai.

Dari ternak-ternak itulah, keluarga Kirep melanjutkan hidupnya. Kadang kala, dia terpaksa menjual kambing agar Wayan dan adiknya, Jati, bisa bersekolah. Termasuk, untuk makan sehari-hari bagi keluarganya.

“Seminggu lalu, saya terpaksa menjual ayam. Laku Rp 50 ribu. Kebetulan uang itu untuk biaya sekolah Wayan dan Jati,” katanya. “Tiga minggu lalu saya melepas satu ekor kambing untuk dijual. Soalnya saya sudah bingung cari uang dapur dan uang untuk sekolah anak-anak saya,” tambahnya, dengan kedua mata menerawang.

Saat ini, Wayan sedang menunggu hadiah uang senilai Rp 40 juta yang menjadi haknya atas prestasi yang diperoleh di Belanda. “Uang itu sedang diurus Bu Merry,” kata Wayan, dengan mata berbinar penuh harap. Dia mengatakan, uang itu rencananya untuk membeli tanah, selanjutnya dibangun rumah. Sebab, rumah yang ditempati Wayan saat ini, bukan lah rumahnya sendiri. “Rumah itu bukan milik kami. Kami hanya disuruh menempati oleh orang yang kasihan dengan nasib kami,” tutur Wayan.

Dengan nada bergetar, Wayan menceritakan, bahwa semula dia tinggal di rumah kakek dari ayahnya. Tapi, setelah sang ayah meninggal, tanpa alasan jelas, Kirep, Wayan dan adiknya  yang saat itu masih balita, diusir oleh keluarga sang kakek. Selanjutnya, Wayan tinggal di rumah kakek dari ibunya. Di sini pun, nasib Wayan tak mujur.

Tak berapa lama, Kirep, Wayan dan adiknya juga diusir. Beruntung, dalam kondisi terkatung-katung itu, ada seorang yang iba. Dia adalah pemilik lahan pengeringan garam yang terletak di pinggiran Pantai Bias Lantang, Desa Purwakerti, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. Di atas lahan itu, kebetulan ada rumah, dan Kirep diperbolehkan tinggal di sana bersama dua anaknya, sampai sekarang.

Kisah pilu Wayan ini sudah dibukukan dengan judul Potret Terindah dari Bali yang disusun Pande Komang Suryanita. “Saya sangat berharap mendapat royalti dari buku itu. Rencananya akan kami buat tambahan membeli tanah dan membangun rumah,” katanya.(jpnn/kum)

Sumber artikel diambil dari Jawa Pos National Network (JPNN)

June 4, 2011

BANDUNG KADEUDEUH – Bertutur Tentang Kota Bandung Melalui Karya Fotografi

Menjumpai sahabat…

air foto network mengundang para sahabat untuk berkolaborasi pada program

BANDUNG KADEUDEUH – Bertutur Tentang Kota Bandung Melalui Karya Fotografi
Bandung Kadeudeuh atau Bandung Kesayangan adalah sebuah gerakan kolektif moral yang merupakan cara untuk bertutur tentang Kota Bandung melalui karya fotografi & tulisan singkat. Karya-karya ini kemudian akan dimuat & dipublikasikan secara online setiap bulan untuk dapat di “Share” kepada khalayak umum. Setelah itu, karya foto & tulisan tersebut akan dicetak ke dalam sebuah “Jurnal” sebagai bentuk pertanggung jawaban kepada publik.

Bandung Kadeudeuh #6 (c) Gilang Gautama

Bandung Kadeudeuh #7 (c) Husnul Khatimah

Bandung Kadeudeuh #8 (c) Myke Jeanneta

SYARAT & KETENTUAN

Terbuka untuk masyarakat umum.

Program ini diadakan setiap sebulan sekali.

Obyek foto yang dikirim dapat berupa visualisasi sebuah harapan baru, kritik sosial maupun realitas peristiwa tentang segala sesuatu yang menyangkut Kota Bandung. Entah itu mengangkat isu potret sosial, ruang kota, komunitas kreatif, transportasi, kegiatan ekonomi, masyarakat urban, heritage, dsb.

Peserta bebas menggunakan jenis kamera apapun (kamera DSLR, pocket, lubang jarum/pinhole, lomo, analog/film, hp, dll).

Jumlah foto yang dikirimkan bebas dan ditulis keterangan tentang: judul foto, tulisan singkat (maksimal 1 halaman), nama, alamat, nomor telepon & email.

Karya Foto disimpan dalam format jpeg dengan sisi terpanjang 1200 pixel dan hanya dikirim melalui email ke airfotonetwork@gmail.com selambat-lambatnya setiap tanggal terakhir di akhir bulan.

Olah foto digital diperkenankan selama tidak menambah atau mengurangi isi foto.

Hak cipta karya foto merupakan milik fotografer atau pemotret. air foto network tidak berhak menggunakan foto-foto yang terpilih ataupun yang masuk tanpa seijin dari fotografer/pemotret yang bersangkutan kecuali untuk keperluan yang berhubungan dengan program ini.

Karya foto yang terpilih akan dimuat di http://www.airfotonetwork.com setiap tanggal 2 di awal bulan.

Peserta tidak dipungut biaya apapun (Gratis).

air foto network menyediakan sertifikat penghargaan & merchandise t-shirt kepada 1 orang peserta dengan karya foto & tulisan terbaik.

Demikian informasi yang kami berikan, kolaborasi para sahabat merupakan energi kreatif bagi kami.

Mengalir sampai jauh…

INFO LANJUT
air foto network
agensi, edukasi & manajemen fotografi
surapati core blok m32
jl. phh. mustofa 39 bandung 40192
ph. +62-22-87242729
airfotonetwork@gmail.com
facebook / air foto network
twitter @airfotonetwork
http://www.airfotonetwork.com

 

June 4, 2011

Foto Terpilih & Nominasi Program Bandung Kadeudeuh #2

Foto Terpilih program Bandung Kadeudeuh #2

Bukit Dago (c) Edi Sujana

Pembangunan gedung bertingkat sudah mulai memasuki perbukitan, daerah resapan air semakin terserap oleh semen dan pasir gedung megah, seperti yg saya lihat di daerah bukit dago timur. sementara ditengah kota sdh tak ada tempat lagi dikarenakan “hareurin”.. Oh Bandung deudeuh teuing!!! “kamana deui simkuring rek leleson bari ngiuhan…..???”

Foto nominasi program Bandung Kadeudeuh #2

Tata Ruang (c) Berpi Hanafi

Penataan ruang Kota Bandung yang kacau menjadikan Kota kita sebagai kota yang sakit. Padahal kota Bandung merupakan kota Tujuan Wisata.

Foto nominasi program Bandung Kadeudeuh #2

Fly Over Pasupati (c) Myke Jeanneta

FLY OVER PASUPATI atau Jembatan Layang Pasupati adalah jembatan yang menghubungkan bagian utara dan timur Kota Bandung melewati lembah Cikapundung. Panjangnya 2,8 km dan lebarnya 30-60 m. Jembatan ini dibangun dengan menggunakan konstruksi cable-stayed. Tujuan utamanya untuk memecah kemacetan di kota Bandung. Fly Over Pasupatipun tak luput dari kemacetan, sebagai pintu utama masuk ke dalam maupun ke luar kota Bandung melalui pintu tol Pasteur terutama diakhir pekan.

June 4, 2011

Highlight Video of Tribute to Nature Photo Exhibition 2011

Video Highlight Program Tribute to Nature (Photography & Digital Imaging Exhibition) di Gedung Indonesia Menggugat tanggal 22 s/d 24 April 2011 yang diselenggarakan oleh APC Institute, Teh Kotak & Telingamata Communications.

http://www.youtube.com/watch?v=5SvCuJDUIsQ

June 3, 2011

MATA HAWA – Program Kupas, Simak & Dialog Karya Fotografi Kaum Wanita…{CLOSED}

Menjumpai sahabat…

APC Institute mengundang para sahabat untuk berkolaborasi pada program

MATA HAWA – Program Kupas, Simak & Dialog Karya Fotografi Kaum Wanita
Mata Hawa adalah sebuah program fotografi yang akan selalu menghadirkan seorang tokoh sentral fotografer maupun pemotret yang merupakan kaum hawa/wanita. Materi fotografi yang dipaparkan oleh wanita-wanita yang didaulat sebagai pembicara ini dapat berupa slide show maupun presentasi karya secara langsung di hadapan sejumlah audience. Program ini diusung bukan untuk berbicara tentang masalah gender melainkan menegaskan kepada masyarakat bahwa karya fotografi yang dibuat oleh kaum pria maupun wanita adalah sama dan sejajar.

PEMBICARA
Utami Dewi Godjali

Wanita muda dan penuh semangat ini lahir di Kota Jakarta, 16 Oktober 1984 dengan nama kecil “Memi”. Ia menyukai fotografi sejak SMU, kemudian melanjutkan kuliah D3 jurusan Public Relations di ARS International School Bandung. Ia pun pernah menjadi Pre-School Teacher di Tumble Tots. Sejak 2003 hingga saat ini bersama teman-temannya ia mendirikan wedding photography EMPAT PIJAR di Bandung. Saat ini kembali melanjutkan ekstensi S1 di Fikom Unpad Bandung dan berprofesi sebagai freelancer fotografer.

TEMA 
Minimalism

WAKTU
Sabtu 11 Juni 2011
Pukul 17.00 s/d 19.00 wib

TEMPAT
Graha Manggala Siliwangi
Jalan Aceh No 66 Bandung
(Event Festival Komputer Indonesia 2011)

PENDUKUNG PROGRAM
CHIP Foto Video & Digital
Canon
Festival Komputer Indonesia

KETERANGAN
Program ini bebas untuk umum dan tidak dikenakan biaya (Free).
Bagi sahabat yang ingin hadir mohon menuliskan nama, nomor handphone & asal institusi/kampus/klub di kolom “comments” pada posting ini.

Terimakasih atas atensinya. Kehadiran para sahabat merupakan energi kreatif bagi kami.

Mari bergerak bersama kami…

INFO LANJUT
apc institute
agency, program management & creative school of photography
surapati core blok m32
jalan phh.mustofa 39 bandung
telepon 022-87242729 / 70160771
contact person: rani (022-92347207)
apc_institute@yahoo.com
facebook/apc institute & twitter @apcinstitute
http://www.apc-institute.com & http://www.fotografibergerak.com