Archive for June, 2011

June 30, 2011

Hightlight Video of Fashion On Stage Photo Competition 2011

Video Klip Program Fashion On Stage Photo Competition 2011 @ Graha Manggala Siliwangi (Sabtu 11 Juni 2011) yang diselenggarakan oleh CHIP Foto & Video Digital/CFVD, Canon & APC Institute.

http://www.youtube.com/watch?v=5PA-YKHcMoU

Advertisements
June 30, 2011

Artikel Singkat & Foto Liputan Program Photo Rendezvous #6 @ Gedung Indonesia Menggugat (Kamis 30 Juni 2011)

SANG VISIONER VISUAL

Tulisan oleh Galih Sedayu
Foto oleh Ivan Fachrurezha

Program Photo Rendezvous kembali dihadirkan oleh APC Institute di Gedung Indonesia Menggugat (GIM) pada hari kamis tanggal 30 Juni 2011. Photo Rendezvous kali keenam ini digelar berbarengan dengan Pameran Foto “Aku Melihat Indonesia” yang berisikan tentang foto-foto dokumenter salah seorang pemimpin Bangsa Indonesia, Bung Karno. Photo Rendezvous yang merupakan program edukasi fotografi bagi masyarakat umum ini mendatangkan dua orang pembicara yaitu Diah Pitaloka & Yurri Erfansyah. Diah Pitaloka merupakan kurator sekaligus ketua panitia penyelenggara Pameran Foto Bung Karno yang digelar dari tanggal 24 Juni 2011 s/d 30 Juni 2011 di GIM dalam rangka memperingati bulan Bung Karno. Sedangkan Yurri Erfansyah adalah seorang jurnalis atau wartawan foto yang saat ini bekerja di media online, “Bandungnewsphoto”.

Secara umum Diah Pitaloka telah mengkurasi foto-foto tentang Bung Karno yang jumlahnya sangat banyak sehingga terpilih 101 buah foto untuk dipamerkan. Foto-foto ini ada yang didapatnya dari IPPHOS, Koleksi DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Keluarga Megawati Soekarno Putri, maupun orang-orang yang menyumbangkan album foto tentang Bung Karno secara Sukarela. Hanya saja pada saat proses pemilihan foto tersebut, beberapa diantaranya telah rusak sehingga sulit direstorasi. Diah pun akhirnya mau tidak mau membaca buku-buku, literatur & sejarah perjalanan tentang Bung Karno agar pemilihan foto tersebut berkaitan dengan realitas sejarah yang telah ditulis. Faktor momentum menjadi salah satu kunci bagi Diah dalam memilih gambar-gambar tersebut.

Akhirnya foto-foto yang dipamerkan pun sangat beragam. Di sana banyak terlihat foto-foto Bung Karno yang bersanding dengan para tokoh dunia seperti Fidel Castro, Che Guevara & Mao-Tse Tung. Selain itu ada pula foto Bung Karno yang terlihat akrab dengan masyarakat kecil. Ada cerita yang menarik yaitu foto Bung Karno yang tengah menyalami Jenderal Sudirman. Menurut yang Diah baca dari berbagai sumber, banyak yang menyebutkan bahwa pada saat itu Bung Karno meminta adegan ia bersalaman dengan Jenderal Sudirman tersebut diulang. Mungkin Bung Karno merasa bahwa foto yang diambil sebelumnya kurang sempurna di mata beliau. Jadi pada intinya adalah Bung Karno sangat memperhatikan hal-hal kecil termasuk yang menyangkut citra visual tentang dirinya. Karena Ia sadar benar bahwa citra visual itu (foto) nantinya akan sangat berharga dan menjadi sejarah yang tak terlupakan di kemudian hari. Cerita ini tentunya mengingatkan kita pada karya foto Joe Rosenthal yang dibuat tahun 1945, yaitu foto para serdadu Amerika yang tengah mengibarkan bendera AS di bukit surobachi. Menurut sejarah, adegan foto inipun sebenarnya diulang agar kelihatan lebih heroik dan sempurna.

Yurri Erfansyah berbicara tentang konteks foto dokumenter jaman dahulu dibandingkan dengan masa kini. Yurri berpendapat seharusnya di era sekarang ini, para fotografer semakin dituntut untuk menciptakan karya-karya foto yang semakin berkualitas dibandingkan dengan jaman dahulu yang sarat dengan keterbatasan teknologi. Selain itu Yurri menampilkan beberapa karya foto dokumenter yang ia buat dari mulai demo, ariel peter pan, gubernur jabar sampai foto bencana.

Pada intinya, saat ini mesti dibangun kesadaran bersama untuk menyelamatkan karya-karya foto masa lalu terutama yang erat kaitannya dengan sejarah bangsa kita. Karena banyak sekali karya foto tentang bangsa kita yang disimpan secara apik & teratur oleh bangsa lain, bukan oleh bangsa kita. Tentunya juga perlu dibarengi dengan mengarsipkan karya foto masa kini sebagai kajian sejarah untuk masa yang akan datang. Hingga akhirnya bangsa kita memiliki “identitas visual” agar Bangsa Indonesia selalu tercatat di dalam sejarah peradaban dunia.

June 30, 2011

NASAKOM – Narsis & Aksi Komunitas Foto #2 oleh Kamera Lubang Jarum (KLJ) Bandung…{CLOSED}

Menjumpai Sahabat

APC Institute bekerjasama dengan Komunitas Kamera Lubang Jarum (KLJ) Bandung mengundang para sahabat untuk berkolaborasi pada program

NASAKOM – Narsis & Aksi Komunitas Foto #2
Nasakom (Narsis & Aksi Komunitas Foto) adalah sebuah program bincang-bincang & obrolan ringan bersama komunitas-komunitas kreatif fotografi. Tujuan program ini adalah menciptakan sebuah forum untuk memperkenalkan komunitas-komunitas foto dengan segala keunikannya kepada khalayak publik serta salah satu upaya untuk terus menyuarakan fotografi sebagai alternatif kreativitas masyarakat.

KOMUNITAS TAMU
KOMUNITAS KAMERA LUBANG JARUM (KLJ) BANDUNG
http://kljibandung.blog.com/tag/kamera-lubang-jarum-bandung/

http://ramadan.tempointeraktif.com/hg/pernik_lebaran_10/2010/08/29/brk,20100829-274806,id.html

(c) KLJ Bandung/Pinhole Bandung

TEMPAT
Caldera Camp
Area Sinema Alam, Kampung Maen
Bumi Perkemahan Cibubur
Jakarta @ event “Thanks to Nature”

WAKTU
Sabtu 16 Juli 2011
Pukul 14.00 s/d 15.30 wib

PENDUKUNG PROGRAM
Teh Kotak
Tequila Indonesia
Fotografi Bergerak
Perpustakaan Fotografi Andhika Prasetya
Cawan Photo Space

KETERANGAN
Biaya tiket masuk event “Thanks to Nature” pada tanggal 16 – 17 juli 2011 Rp 50.000,-.
Bagi sahabat yang ingin hadir mohon menuliskan nama, nomor handphone & asal institusi/kampus/klub di kolom “comments” pada posting ini.

Mari bergerak bersama kami…

INFO LANJUT
apc institute
agency, program management & creative school of photography
surapati core blok m32
jalan phh.mustofa 39 bandung
telepon 022-87242729 / 70160771
contact person: rani (022-92347207)
apc_institute@yahoo.com
facebook/apc institute & twitter @apcinstitute
http://www.apc-institute.com

June 28, 2011

Artikel Singkat & Liputan Foto Program Nasakom bersama Kolam Bandung @ Cawan Photo Space (24 juni 2011)

Tulisan oleh Bellanissa B. Zoditama
Foto oleh Ivan Fachrurezha

APC Institute bekerja sama dengan Komunitas Lensa Manual Bandung atau KOLAM Bandung mengadakan sebuah program reguler yang bertajuk NASAKOM (Narsis dan Aksi Komunitas foto) yang diadakan pada hari Jumat, 24 Juni 2011 bertempat di Cawan Photo Space, Surapati Core blok M32. KOLAM sendiri adalah sebuah wadah komunikasi para penggemar fotografi digital dan analog yang menggunakan lensa-lensa manual.

Pada acara yang dimulai pada pukul 19.30 WIB ini, para anggota KOLAM Bandung yang diwakili oleh salah satu anggotanya yaitu Ujang Hidayat atau yang dikenal dengan sebutan Ujang Bedog, bercerita tentang sejarah berdirinya KOLAM. Komunitas Lensa Manual terbentuk dari beberapa orang penggemar kamera manual. Awalnya orang-orang ini hanya mengoleksi lensa manual, saling berbagi informasi dan jual beli lensa. Komunitas ini sudah berdiri selama satu tahun, dan memiliki harapan tersendiri bahwa setiap orang dapat memakai lensa apapun dan dapat memanfaatkannya dengan baik. Jadi tidak sekedar melihat berdasarkan merek. Menurut Ujang Bedog yang mahir mengutak-atik lensa manual, lensa Nikon bisa dipasang pada kamera Fuji, lensa Leica bisa dipakai kamera Canon, bahkan tak jarang komponen tak terpakai dari berbagai lensa dapat “dikanibal” menjadi lensa baru. Dulunya, Komunitas Lensa Manual Bandung sempat menamakan diri Budak Baong Bandung atau Anak Nakal Bandung. Hanya saja karna dikuatirkan nama tersebut memiliki tafsir yang negatif akhirnya diganti menjadi KOLAM Bandung. Ujang Bedog turut andil membentuk komunitas ini dengan merangkul para pembeli lensa manual di warung fotonya di Jalan Terusan Pasirkoja, Bandung.

Pada akhirnya, tujuan dibentuknya komunitas lensa manual ini yaitu mengajak orang-orang belajar tentang esensi dasar ilmu fotografi dengan penggunaan lensa manual. Sehingga mampu melatih rasa ketika memotret dan bukan menyerahkannya kepada teknologi atau kecanggihan alat semata. Ke depan harapan dari KOLAM Bandung sendiri adalah mereka ingin terus melakukan kegiatan memotret dan membuat sebuah pameran foto.

June 27, 2011

PHOTO RENDEZVOUS #6 – Menyimak Citra Visual Bung Karno oleh Diah Pitaloka & Yurri Erfansyah…{CLOSED}

Menjumpai sahabat…

APC Institute bekerja sama dengan Panitia Bulan Bung Karno Jawa Barat 2011 DPD PDI Perjuangan Jawa Barat mengundang para sahabat untuk menghadiri program

PHOTO RENDEZVOUS
Discussion Talk, Porfolio Reviews, and Story Behind The Shoot

PEMBICARA
DIAH PITALOKA – Expert Staff of West Java Parliamentary

YURRI ERFANSYAH – Jurnalis (Bandung News Photo)

TEMA 
“Menyimak Citra Visual Bung Karno” (Foto-foto dokumenter).

(c) Paul Tedja Surya

WAKTU
Kamis 30 Juni 2011
Pukul 15.00 s/d 17.00 wib
Setelah itu dilanjutkan dengan pemutaran film dokumenter Bung Karno

TEMPAT
GEDUNG INDONESIA MENGGUGAT (GIM)
Jalan Perintis Kemerdekaan No 5
Bandung

KETERANGAN
Program ini bersamaan dengan kegiatan Pameran Foto Bung Karno “Aku Melihat Indonesia” yang berlangsung dari tanggal 24 Juni s/d 30 Juni 2011.

Program ini bebas untuk umum dan tidak dikenakan biaya (Free).

Bagi sahabat yang ingin hadir mohon menuliskan nama, nomor handphone & asal institusi/kampus/klub di kolom “comments” pada posting ini.

Terimakasih atas atensinya. Kehadiran para sahabat merupakan energi kreatif bagi kami.

Mari bergerak bersama kami…

SEKILAS TENTANG PHOTO RENDEZVOUS

Photo Rendezvous adalah sebuah program edukasi yang diinisiasi oleh APC Institute berupa presentasi foto, diskusi dan cerita di balik pemotretan yang disampaikan oleh seorang pembicara. Penyelenggaraan program Photo Rendezvous tidak memiliki jadwal yang tetap. Karenanya kehadiran Photo Rendezvous ibarat maling yang tidak pernah mengentuk pintu sebelumnya. Photo Rendezvous bisa hadir sebulan sekali, sebulan tidak sama sekali, seminggu sekali, tiga kali sehari, atau sekali-sekali saja. Satu hal yang pasti, Photo Rendezvous akan selalu hadir selama fotografi kita belum mati. Sebab Photo Rendezvous ini ada dengan harapan agar fotografi selalu hidup dan dapat memberikan ruh bagi kita semua yang mengaku sebagai masyarakat visual. Oleh karena itu kami berharap agar Photo Rendezvous dapat menciptakan jejaring di antara komunitas kreatif, membangun rasa persaudaraan dalam satu jiwa serta menghasilkan karya-karya yang dapat meninggalkan jejak peradaban bagi manusia. Sehingga tidak akan pernah ada kata kesepian dalam fotografi kita.

INFO LANJUT
apc institute
agency, program management & creative school of photography
surapati core blok m32
jalan phh.mustofa 39 bandung
telepon 022-87242729 / 70160771
contact person: rani (022-92347207)
apc_institute@yahoo.com
facebook/apc institute & twitter @apcinstitute
http://www.apc-institute.com

June 27, 2011

Artikel Singkat & Liputan Foto Program Business & Management Workshop of Photography (BMW) @ Cawan Photo Space (25 Juni 2011)

Tulisan oleh Bellanissa B. Zoditama

Pada  hari Sabtu tanggal 25 Juni 2011, APC Institute mengadakan sebuah progam dengan nama Business and Management Workshop of Photography atau disingkat dengan BMW. Acara ini bertujuan untuk memberikan wacana serta harapan baru kepada peserta workshop agar dapat menerapkan berbagai metoda, menyerap pengalaman & mengembangkan wawasan yang disampaikan oleh para pembicara ke dalam sebuah bisnis usaha fotografi yang baru atau telah dimulai. Peserta workshop yang hadir berasal dari berbagai kalangan diantaranya Firdaus Herlambang (pengusaha distro), Dedy Eka Saputra (freelance fotografer yang tinggal di lampung), Rani Fikria Hanifah (mahasiswi STISI), Reka Anisa Mulyaningsih (pengusaha bidang IT), Wahyu Loekito (mahasiswa IMTelkom), Rizki Rachmat (mahasiswa), Reza Prasetya (mahasiswa lulusan Itenas), Ivan Fachrurezha (mahasiswa IMT Telkom) & Wahyu Prasetya (mahasiswa IMTelkom). Dalam workshop ini menghadirkan dua pembicara sekaligus yaitu Galih Sedayu, selaku pemilik dari APC Institute, dan juga Hendrikus Ardianto, selaku pemilik Papyrus Photo. Acara yang berlangsung selama 6 jam ini mulai dari pukul 10.00 WIB hingga 15.00 WIB dan dibagi menjadi beberapa sesi. Sesi pertama yaitu pemberian materi bisnis & manajemen fotografi alternative oleh Galih Sedayu serta pemberian materi bisnis & manajemen fotografi ritel oleh Hendrikus Ardianto. Kemudian dilanjutkan dengan simulasi pembuatan business plan, presentasi, evaluasi, dan tanya jawab.

Business and Management Workshop of Photography ini menjelaskan tentang dasar-dasar bisnis dan manajemen yang terkait dengan dunia fotografi. Ada beberapa bidang yang terkait dengan bisnis foto yaitu wedding photography, commercial photography, documentation photography, stock photography, digital photography, courses of photography, dll. Menurut Galih Sedayu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memulai bisnis. Di antaranya adalah mempersiapkan sebuah business plan, merancang marketing strategy. Setelah itu lakukan prinsip seperti moto perusahaan sepatu Nike, just do it. Dan jangan takut untuk membuat kesalahan, karna hidup dengan melakukan kesalahan lebih baik daripada tidak melakukan apa-apa. Dan terakhir, diperlukan kesadaran manajemen dalam mengelola bisnis tersebut agar berjalan dengan baik.

Pada sesi terakhir dalam acara workshop ini, para peserta dibagi kedalam beberapa kelompok. Selama 45 menit, masing-masing kelompok diberikan waktu untuk membuat sebuah business plan tentang usaha foto mereka. Setelah waktu berdiskusi selesai, mereka pun segera memberikan presentasi tentang hasil business plan mereka di depan para pembicara dan para kelompok lainnya. Hasilnya cukup menarik. Ada kelompok yang mempresentasikan tentang bisnis fotografi khusus yang mendokumentasikan momen keluarga, bisnis restoran yang membawa konsep fotografi di dalamnya, serta bisnis studio foto khusus fashion dengan tema konseptual. Semua business plan yang dipaparkan oleh masing-masing kelompok sangatlah menarik, namun harus membutuhkan realisasi yang nyata untuk mencapainya. Dan mengutip pembicaraan dari Hendrikus Andrianto bila ingin berbisnis harus memikirkan tiga cara yaitu, Berani Mencoba, Berani Bersaing, dan Berani Gagal.

(c) apc institute – 2011

June 26, 2011

RIUNG SINEMA – Program Pemutaran Film & Dialog Fotografi…{CLOSED}


Menjumpai sahabat…

APC Institute mengundang para sahabat untuk berkolaborasi pada program

RIUNG SINEMA – Program Pemutaran Film & Dialog Fotografi
Riung Sinema adalah sebuah program pemutaran film-film karya sutradara ternama di dunia seperti Martin Scorsese, Akira Kurosawa, Oliver Stone, Steven Spielberg, Woody Allen, Stanley Kubrick, Francis Ford Coppola, David Linch, Joel & Ethan Coen, Steven Soderberg, Quentin Tarantino, Ang Lee, Wong Kar-Wai, dan lain lain. Setelah para partisipan melihat & menyimak film tersebut secara bersama-sama, program ini kemudian dilanjutkan dengan dialog dan diskusi interaktif yang melibatkan audience tentang isi, makna & kajian visual yang dihadirkan pada film tersebut. Program ini bertujuan untuk menggali dan memperdalam wawasan visual yang kemudian mampu diterapkan ke dalam disiplin fotografi.

WAKTU
Kamis 28 juli 2011
Pukul 16.00 s/d 18.00 wib

TEMPAT
Cawan Photo Space
Surapati Core Blok M32 Lantai 3
Jalan PHH.Mustofa 39
Bandung 40192

FILM
Judul, Apocalipse Now
Sutradara, Francis Ford Coppola

SINOPSIS SINGKAT 
Film ini bercerita tentang kebejatan perang dengan latar perang Vietnam yang banyak mengeksperesikan kebingungan, rasa takut, kekerasan dan kegilaan dengan karakter yang begitu kuat. Film ini mampu menampilkan secara visual simbol – simbol ekses perang dengan begitu surealis. Kisah film itu sendiri bercerita tentang perburuan Kapten Willard (Martin Sheen) atas perwira desertir Kolonel Kurtz (Marlon Brando). Perburuan inilah yang jadi alur utama film tersebut. Sang kolonel adalah sosok prajurit brilian jebolan Harvard dan West Point dengan seabrek tanda jasa yang memutuskan lari ke rimba pedalaman Kamboja. Tugas yang maha berat bagi Sang Kapten Willard, karena selama perburuan, dia menyaksikan secara telanjang batas pertahana psikologis para anak buahnya yang rontok ke tubir frustasi.  Dari Letnan Kilgore ( Robert Duvall) yang terjebak halusinasi berselancar di gulungan ombak laut ditengah deru desing peluru.

PENDUKUNG PROGRAM
Andhika Prasetya Photo Library
Fotografi Bergerak
Cawan Photo Space

KETERANGAN
Program ini bebas untuk umum dan tidak dikenakan biaya (Free).
Bagi sahabat yang ingin hadir mohon menuliskan nama, nomor handphone & asal institusi/kampus/klub di kolom “comments” pada posting ini.

Terimakasih atas atensinya. Kehadiran para sahabat merupakan energi kreatif bagi kami.

Mari bergerak bersama kami…

INFO LANJUT
apc institute
agency, program management & creative school of photography
surapati core blok m32
jalan phh.mustofa 39 bandung
telepon 022-87242729 / 70160771
contact person: rani (022-92347207)
apc_institute@yahoo.com
facebook/apc institute & twitter @apcinstitute
http://www.apc-institute.com

June 22, 2011

BACK TO THE PAST – Megalith Photography Workshop & Excursion to Gunung Padang

Menjumpai sahabat…

APC Institute membuka sebuah program edukasi yaitu

BACK TO THE PAST
Megalith Photography Workshop & Excursion to Gunung Padang

WAKTU
Sabtu 23 Juli 2011
Pukul 06.00 wib (berangkat dari apc institute)

TEMPAT WORKSHOP & EKSKURSI


GUNUNG PADANG
Desa Haryomukti
Kecamatan Campaka
Cianjur – Jawa Barat

TUTOR WORKSHOP
Daniel G Nugraha, Guide Profesional (Exotic Tour).


Galih Sedayu, Fotografer & Pegiat Foto (APC Institute).


T.Bachtiar, Geograf & Pecinta Lingkungan (Kelompok Riset Cekungan Bandung).

FOTO & TULISAN SINGKAT TENTANG GUNUNG PADANG
http://fotografius.wordpress.com/2011/06/18/refleksi-dan-jejak-jaman-di-gunung-padang/

BIAYA INVESTASI / PENDAFTARAN
Rp 200.000,- (dua ratus ribu rupiah) 
Pembayaran dapat dilakukan secara langsung di APC Institute atau melalui transfer ke rek BCA atas nama Christina Listya BW 4370828551 KCP Achmad Yani (bukti transfer dibawa pada saat registrasi ulang).

BATAS AKHIR PENDAFTARAN
Kamis,  21 Juli 2011

FASILITAS PESERTA

Handout / modul fotografi.

Sarapan & Makan Siang.

Transportasi.

Sertifikat Workshop.

Terimakasih & selamat menuntut ilmu bagi para sahabat. Semoga sukses bagi si rajin. Salam.

INFO LANJUT
apc institute
agency, program management & creative school of photography
surapati core blok m32
jalan phh.mustofa 39 bandung
telepon 022-87242729 / 70160771
contact person: rani (022-92347207)
apc_institute@yahoo.com
facebook/apc institute & twitter @apcinstitute
http://www.apc-institute.com

June 18, 2011

Karya Foto Pemenang Kemilau Nusantara Photo Contest 2010

Menjumpai sahabat…

Pada hari Rabu tanggal 03 November 2010 pukul 12.30 WIB telah dilakukan penjurian KEMILAU NUSANTARA PHOTO CONTEST 2010 yang bertempat di Cawan Photo Space, Surapati Core Blok M32 Bandung. Lomba Foto dengan tema KEKAYAAN, KEHARMONISAN & KEINDAHAN SENI BUDAYA TANAH AIR yang diselenggarakan oleh Disparbud Jawa Barat, Cipta Media  dan Air Photography Communications ini diikuti oleh 204 peserta dengan jumlah karya foto yang masuk sebanyak 722 buah.

Dewan juri lomba foto ini terdiri dari :

  • Dudi Sugandi (Jurnalis & Redaktur Foto)
  • Galih Sedayu (Fotografer & Pengajar Foto)
  • Tisna Sanjaya (Seniman & Budayawan)

(c) air photography communications

Adapun Para pemenang Kemilau Nusantara Photo Contest 2010 adalah sebagai berikut:

Pemenang ke-1

Nama: Siti Desintha

Judul Foto: Berbeda

Alamat: Jl.Sekelimus 3 no 2 Bandung 40266

Telepon: 081321267097

(c) siti desintha

Pemenang ke-2

Nama: Sutarya Partadisastra

Judul Foto: Jarangkung

Alamat: Jl. Palasari no 15 Bandung 40263

Telepon: 022-70224462 / 081395070768

(c) Sutarya Partadisastra

Pemenang ke-3

Nama: Anang Sudrajat

Judul Foto: Mengenal Negeri

Alamat: Jl. Jatayu Dalam II No.3 Bandung

Telepon: 08157187464 / 022-6010393

(c) anang sudrajat

Pemenang Harapan ke-1

Nama: Teddy Suhardja

Judul Foto: NT

Alamat: Jl. Sukadamai 2 No.10

Telepon: 0811235789

(c) Teddy Suhardja

Pemenang Harapan ke-2

Nama: Awan Sathyana

Judul Foto: Domba Garut

Alamat: Jl. Batik Pekalongan No.10 Sukaluyu Bandung

Telepon: 081320706768

(c) Awan Sathyana

Untuk itu masing-masing pemenang akan mendapatkan hadiah dari berupa :

  • Juara I: Trofi Menteri Pariwisata & Uang Tunai Rp. 5.000.000,-
  • Juara II: Trofi Gubernur Jawa Barat & Uang Tunai Rp. 2.000.000,-
  • Juara III: Trofi Walikota Bandung & Uang Tunai Rp. 1.000.000,-
  • Juara Harapan (2 orang) : Trofi Disparbud Jabar & Uang Tunai @ Rp.500.000,-

Selamat kepada para pemenang dan terimakasih kami ucapkan kepada seluruh peserta dan partisipan Kemilau Nusantara Photo Contest 2010. Sampai jumpa di program Kemilau Nusantara yang selanjutnya. Salam.

June 18, 2011

Karya Foto Pemenang The Look of Honda Photo Contest 2010 (Model Category)

First Winner (c) Suhendra

Second Winner (c) Ricky

Third Winner (c) Aldi Virdian Latief

Nominee (c) Juliandry

Nominee (c) Sutarya