Posts tagged ‘dialog fotografi’

January 11, 2012

RIUNG SINEMA #6 – Program Pemutaran Film & Dialog Fotografi “The Bangbang Club” karya Steven Silver…{CLOSED}

Menjumpai sahabat…

APC Institute bekerjasama dengan Goethe-Institut Bandung mengundang sahabat untuk hadir di program

RIUNG SINEMA #6
Program Pemutaran Film & Dialog Fotografi

TENTANG PROGRAM
Riung Sinema adalah sebuah program pemutaran film-film karya sutradara ternama di dunia seperti Martin Scorsese, Akira Kurosawa, Oliver Stone, Steven Spielberg, Woody Allen, Stanley Kubrick, Francis Ford Coppola, David Linch, Joel & Ethan Coen, Steven Soderberg, Quentin Tarantino, Ang Lee, Wong Kar-Wai, dan lain lain. Setelah para partisipan melihat & menyimak film tersebut secara bersama-sama, program ini kemudian dilanjutkan dengan dialog dan diskusi interaktif yang melibatkan audience tentang isi, makna & kajian visual yang dihadirkan pada film tersebut. Program ini diprakarsai oleh APC Institute yang bertujuan untuk menggali dan memperdalam wawasan visual yang didapat dari sebuah film dan kemudian mampu diterapkan ke dalam disiplin fotografi.

FILM
THE BANGBANG CLUB

SUTRADARA
STEVEN SILVER

WAKTU
Sabtu 21 Januari 2012
Pukul 13.00 – 14.30 WIB

TEMPAT
Goethe-Institut Bandung
Jalan RE. Martadinata No 48
Bandung

SINOPSIS SINGKAT
Film ini menggambarkan tentang kisah nyata dari sebuah kelompok fotografer perang yang terdiri 4 orang pemuda yaitu Greg Marinovich, Joao Silva, Kevin Carter & Ken Oosterbroek. Mereka terikat oleh jalinan persahabatan dengan tujuan yang sama yaitu untuk menceritakan kebenaran kepada dunia melalui profesi jurnalis. Mereka semua mempertaruhkan nyawanya untuk bercerita kepada dunia tentang betapa keras dan ganasnya situasi di sebuah daerah menjelang pemilihan bebas yang pertama kali dilakukan di Afrika Selatan pada awal tahun 1990. Foto-foto tentang situasi politik yang panas di sana akhirnya menghasilkan Pulitzers tetapi sekaligus ada harga yang harus dibayar oleh mereka. Film ini dibuat berdasarkan buku yang ditulis oleh Greg Marinovich dan Joao Silva, serta dibintangi oleh Ryan Phillippe, Malin Akerman dan Taylor Kitsch.

*Bagi sahabat yang ingin hadir wajib menuliskan nama, nomor hp & asal institusi/kampus/klub di kolom “comments” pada posting ini.

FREE ENTRY!!!

Mari bergerak bersama kami…

INFO LANJUT
APC Institute
air photography communications
agensi, edukasi & manajemen fotografi
surapati core blok m32
jalan phh.mustofa 39 bandung
telepon 022-87242729 / 70160771
apc_institute@yahoo.com
facebook: apc institute & twitter: @apcinstitute
http://www.airfotonetwork.wordpress.com

October 4, 2011

RIUNG SINEMA #4 – Program Pemutaran Film & Dialog Fotografi “The Pianist” karya sutradara Roman Polanski…{CLOSED}

Menjumpai sahabat…

APC Institute mengundang para sahabat untuk berkolaborasi pada program

RIUNG SINEMA #4 – Program Pemutaran Film & Dialog Fotografi
Riung Sinema adalah sebuah program pemutaran film-film karya sutradara ternama di dunia seperti Martin Scorsese, Akira Kurosawa, Oliver Stone, Steven Spielberg, Woody Allen, Stanley Kubrick, Francis Ford Coppola, David Linch, Joel & Ethan Coen, Steven Soderberg, Quentin Tarantino, Ang Lee, Wong Kar-Wai, dan lain lain. Setelah para partisipan melihat & menyimak film tersebut secara bersama-sama, program ini kemudian dilanjutkan dengan dialog dan diskusi interaktif yang melibatkan audience tentang isi, makna & kajian visual yang dihadirkan pada film tersebut. Program ini bertujuan untuk menggali dan memperdalam wawasan visual yang kemudian mampu diterapkan ke dalam disiplin fotografi.

WAKTU
Jumat 21 Oktober 2011
Pukul 15.00 s/d 17.00 wib

TEMPAT
Cawan Photo Space
Surapati Core Blok M32 Lantai 3
Jalan PHH.Mustofa 39
Bandung 40192

FILM
Judul, The Pianist
Sutradara, Roman Polanski

SINOPSIS SINGKAT
Wladyslaw Spilzman adalah seorang pianis Yahudi Polandia yang terkenal, bekerja di Radio Polandia. Pada bulan September tahun 1939, stasiun radio dibom oleh serangan Nazi Jerman. Dia pulang kampung dan menyadari bahwa Inggris dan Perancis menyatakan perang terhadap Jerman. Dia pun percaya kalau perang akan selesai secepatnya dan keluarganya pun bahagia. Ketika pendudukan Nazi di Polandia, keluarga Yahudi diwajibkan untuk membatasi jumlah uang, memakai ikat tangan berlambang Bintang Daud, dan pada tahun 1940, Nazi pun menyerang Ghetto (Perkampungan) Yahudi di Warsawa. Mereka pun menghadapi teror, kelaparan dan kematian di situ. Sebagian dari mereka pergi ke kamp konsentrasi di Treblinka. Untungnya, Wladyslaw Splizman selamat dari sweeping Yahudi berkat bantuan seorang perwira Jerman yang bekerja di Polisi Yahudi. Walaupun begitu, dia terpisah dari keluarganya. Dia pun bertahan sendiri.

Sewaktu hidup dalam persembunyian, ia menyaksikan banyak kekejaman pasukan SS (Schutzstaffel), seperti pembunuhan berantai, dan pembakaran massal. Spilzman juga menyaksikan penyerangan terhadap Ghetto Warsawa, dimana para Yahudi berusaha mempertahankan Ghetto-nya, tapi mereka pun kalah dari SS yang kekuatannya lebih besar. Satu tahun berlalu dan kehidupan di Warsawa serasa hidup di kota hantu. Pada saat itu, Spilzman nyaris mati karena sakit dan kekurangan makanan. Setelah semua penduduk Polandia kabur, dan semua prajurit SS mundur dari Warsawa karena serangan Soviet, Spilzman pun sendiri. Dia pun mencari makanan dari rumah yang tidak dibom, dan ketika itu, dia menyadari bahwa dia sedang dilihat oleh seorang perwira Jerman bernama Kapten Wilm Hosenfeld. Dia menyuruh Spilzman untuk memainkan lagu di piano. Akhirnya, Spilzman memainkan lagu Chopin-Ballade in G minor. Dia pun menyuruh Spilzman agar tidak bersembunyi. Setelah itu, Hosenfeld mengirim makanan kepada Spilzman, walaupun Spilzman seorang Yahudi. Ternyata memang Hosenfeld tidak tahu identitas Spilzman sebagai seorang Yahudi.

Beberapa minggu kemudian, tentara Jerman mundur dari Warsawa karena serangan Soviet. Sebelum berpisah, Hosenfeld bilang pada Spilzman bahwa namanya dalam Bahasa Jerman adalah Spielmann, yang artinya orang yang selalu bermain. Hosenfeld memberinya mantel (overcoat) tentara Jerman. Ketika pasukan Polandia mencapai Warsawa, mereka menemui Spilzman dan mereka mengiranya pasukan Jerman. Mereka pun menembak, tapi Spilzman mengatakan bahwa ia Yahudi dan tembakan pun berhenti. Ketika ditanya, mengapa memakai mantel tentara Jerman, dia hanya bilang “Saya kedinginan”. Ketika sebuah kamp konsentrasi dibebaskan oleh pasukan Soviet, Kapten Hosenfeld tertangkap disana. Kapten Wilm Hosenfeld pun meminta pembelaan dari Spilzman. Sayangnya, Spilzman datang terlambat ke kamp konsentrasi itu karena Hosenfeld sudah dibawa pergi ke Soviet. Film pun berakhir dengan konser Spilzman di Warsawa yang membawakan lagu “Chopin-Grande Pollonaise Briliante in E flat major”

PENDUKUNG PROGRAM
Andhika Prasetya Photo Library
Fotografi Bergerak
Cawan Photo Space

KETERANGAN
Program ini bebas untuk umum dan tidak dikenakan biaya (Free).
Bagi sahabat yang ingin hadir wajib menuliskan nama, nomor hp & asal institusi/kampus/klub di kolom “comments” pada posting ini.

Terimakasih atas atensinya. Kehadiran para sahabat merupakan energi kreatif bagi kami.

Mari bergerak bersama kami…

INFO LANJUT
apc institute
air photography communications
agency, program management & class of photography
surapati core blok m32
jalan phh.mustofa 39 bandung
telepon 022-87242729 / 70160771
contact person: rani (022-92347207)
apc_institute@yahoo.com
http://www.facebook.com/apc institute & twitter @apcinstitute
http://www.apc-institute.com

September 23, 2011

Foto Liputan Program Riung Sinema #3 @ Cawan Photo Space (23 September 2011)

(c) apc institute