Posts tagged ‘galih sedayu’

January 22, 2012

Talkshow & Dialog Foto “Kekuatan Foto Cerita Dalam Merekam Sebuah Isu” bersama Galih Sedayu…{CLOSED}

Himpunan Mahasiswa Mesin Institut Teknologi Bandung (HMM ITB) mengundang sahabat untuk hadir di program

TALKSHOW & DIALOG FOTOGRAFI

PEMBICARA
Galih Sedayu – Fotografer & Pendiri APC Institute
http://fotografius.wordpress.com/

TEMA
Kekuatan Foto Cerita Dalam Merekam Sebuah Isu

WAKTU
Minggu 29 Januari 2012
Pukul 09.00 – 11.30 WIB

TEMPAT
CC Timur Bawah
Kampus ITB Jalan Ganesha No 10
Bandung

REGISTRASI
24 – 29 Januari 2012
Stand Mecha – Boulevard ITB
Peserta terbatas untuk 50 orang (snack & drink)

FREE ENTRY!!!

INFO LANJUT
HMM ITB / Stan Mecha
Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha No 10
Bandung
Contact Person : Tito (0813-46499634)

December 14, 2011

EVENING TALK – Presentasi Foto Kampung Naga & Ngobrol Ringan…{CLOSED}

(c) galih sedayu

Menjumpai Sahabat

Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung mengundang para sahabat untuk mengikuti program:

EVENING TALK
Presentasi Foto Kampung Naga & Ngobrol Ringan

WAKTU
Jumat 16 Desember 2011
Pukul 16.30 WIB

TEMPAT
Kampus Itenas, Student Center Hall
Jalan PHH.Mustofa No 23
Bandung

PEMBICARA
Galih Sedayu
(Fotografer & Pengelola APC Institute)

TEMA
Kampung Naga

KETERANGAN
Acara ini tidak dipungut biaya/ FREE

INFO LANJUT
Ditta (0856-64419033)

November 5, 2011

AUTO FOCUS 2011 : “When Livelihoods Blends In Lens” – Rally Foto & Seminar Fotografi…{CLOSED}

Menjumpai sahabat…

Kementerian Olahraga dan Kesenian Mahasiswa (Orkesma) BEM Kema FE Unpad 2011 mengundang para sahabat untuk berkolaborasi pada program

AUTO FOCUS 2011
“When Livelihoods Blends In Lens”
Rally Foto & Seminar Fotografi

LATAR BELAKANG
Fotografi saat ini menjadi salah satu bidang yang banyak diminati di kalangan mahasiswa, baik sebagai hobby ataupun sebagai bidang yang ingin ditekuni sampai tingkat professional, kita bisa mengembangkan hobby serta mencari penghasilan melalui bidang fotografi ini. Melihat keadaan tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran 2011 (BEM Kema FE Unpad 2011), memberikan suatu sarana untuk menghimpun mahasiswa khususnya mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran (FEB Unpad) untuk meningkatkan kemampuan fotografi mereka serta untuk bisa berprestasi melalui bidang tersebut. Dalam rangka membantu serta mengarahkan para mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran pada bidang fotografi, maka Kementerian Olahraga dan Kesenian Mahasiswa (Orkesma) BEM Kema FE Unpad 2011 akan mengadakan sebuah kegiatan yaitu Autofocus 2011.Kegiatan tersebut dimaksudkan sebagai ajang berkreasi, dan berprestasi dengan bakat yang dimiliki mahasiswa agar dapat dikembangkan dan membawa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran ke ranah Nasional di bidang fotografi. Acara ini juga dimaksudkan untuk menjalin relasi dengan mahasiswa dari berbagai universitas yang ada di Bandung maupun di luar Bandung.

TUJUAN 
Mengembangkan minat dan bakat mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran dalam bidang fotografi.
Ajang prestatif mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran yang berbakat fotografi.
Menjalin relasi antar mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran serta mahasiswa lain dari berbagai universitas.

AGENDA KEGIATAN
Rally Foto
Acara ini akan diselenggarakan pada hari Sabtu tanggal 19 November 2011 dan memiliki tema “When Livelihoods Blends In Lens” yang fokus pada foto-foto yang dapat diambil di jalan raya. Hadiah dari lomba ini yaitu uang tunai, sertifikat, dan kursus fotografi.
Pukul 15.00 s/d 17.00 wib
Photography Seminar
Acara ini akan diselenggarakan pada keesokan harinya yaitu Minggu, 20 November 2011 di Taman Bale Rumawat Kampus Unpad Dipati Ukur. Seminar ini mengambil topik “Photo Story and Silent Film” dan “Fotografi dalam Jurnalistik dan kaitannya dalam PhotoStory”.

PEMBICARA SEMINAR
Dudi Sugandi
Galih Sedayu

INFO LANJUT
Blog AUTOFOCUS 2011: www.autofocus2011.blogspot.com

June 27, 2011

Artikel Singkat & Liputan Foto Program Business & Management Workshop of Photography (BMW) @ Cawan Photo Space (25 Juni 2011)

Tulisan oleh Bellanissa B. Zoditama

Pada  hari Sabtu tanggal 25 Juni 2011, APC Institute mengadakan sebuah progam dengan nama Business and Management Workshop of Photography atau disingkat dengan BMW. Acara ini bertujuan untuk memberikan wacana serta harapan baru kepada peserta workshop agar dapat menerapkan berbagai metoda, menyerap pengalaman & mengembangkan wawasan yang disampaikan oleh para pembicara ke dalam sebuah bisnis usaha fotografi yang baru atau telah dimulai. Peserta workshop yang hadir berasal dari berbagai kalangan diantaranya Firdaus Herlambang (pengusaha distro), Dedy Eka Saputra (freelance fotografer yang tinggal di lampung), Rani Fikria Hanifah (mahasiswi STISI), Reka Anisa Mulyaningsih (pengusaha bidang IT), Wahyu Loekito (mahasiswa IMTelkom), Rizki Rachmat (mahasiswa), Reza Prasetya (mahasiswa lulusan Itenas), Ivan Fachrurezha (mahasiswa IMT Telkom) & Wahyu Prasetya (mahasiswa IMTelkom). Dalam workshop ini menghadirkan dua pembicara sekaligus yaitu Galih Sedayu, selaku pemilik dari APC Institute, dan juga Hendrikus Ardianto, selaku pemilik Papyrus Photo. Acara yang berlangsung selama 6 jam ini mulai dari pukul 10.00 WIB hingga 15.00 WIB dan dibagi menjadi beberapa sesi. Sesi pertama yaitu pemberian materi bisnis & manajemen fotografi alternative oleh Galih Sedayu serta pemberian materi bisnis & manajemen fotografi ritel oleh Hendrikus Ardianto. Kemudian dilanjutkan dengan simulasi pembuatan business plan, presentasi, evaluasi, dan tanya jawab.

Business and Management Workshop of Photography ini menjelaskan tentang dasar-dasar bisnis dan manajemen yang terkait dengan dunia fotografi. Ada beberapa bidang yang terkait dengan bisnis foto yaitu wedding photography, commercial photography, documentation photography, stock photography, digital photography, courses of photography, dll. Menurut Galih Sedayu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memulai bisnis. Di antaranya adalah mempersiapkan sebuah business plan, merancang marketing strategy. Setelah itu lakukan prinsip seperti moto perusahaan sepatu Nike, just do it. Dan jangan takut untuk membuat kesalahan, karna hidup dengan melakukan kesalahan lebih baik daripada tidak melakukan apa-apa. Dan terakhir, diperlukan kesadaran manajemen dalam mengelola bisnis tersebut agar berjalan dengan baik.

Pada sesi terakhir dalam acara workshop ini, para peserta dibagi kedalam beberapa kelompok. Selama 45 menit, masing-masing kelompok diberikan waktu untuk membuat sebuah business plan tentang usaha foto mereka. Setelah waktu berdiskusi selesai, mereka pun segera memberikan presentasi tentang hasil business plan mereka di depan para pembicara dan para kelompok lainnya. Hasilnya cukup menarik. Ada kelompok yang mempresentasikan tentang bisnis fotografi khusus yang mendokumentasikan momen keluarga, bisnis restoran yang membawa konsep fotografi di dalamnya, serta bisnis studio foto khusus fashion dengan tema konseptual. Semua business plan yang dipaparkan oleh masing-masing kelompok sangatlah menarik, namun harus membutuhkan realisasi yang nyata untuk mencapainya. Dan mengutip pembicaraan dari Hendrikus Andrianto bila ingin berbisnis harus memikirkan tiga cara yaitu, Berani Mencoba, Berani Bersaing, dan Berani Gagal.

(c) apc institute – 2011

June 22, 2011

BACK TO THE PAST – Megalith Photography Workshop & Excursion to Gunung Padang

Menjumpai sahabat…

APC Institute membuka sebuah program edukasi yaitu

BACK TO THE PAST
Megalith Photography Workshop & Excursion to Gunung Padang

WAKTU
Sabtu 23 Juli 2011
Pukul 06.00 wib (berangkat dari apc institute)

TEMPAT WORKSHOP & EKSKURSI


GUNUNG PADANG
Desa Haryomukti
Kecamatan Campaka
Cianjur – Jawa Barat

TUTOR WORKSHOP
Daniel G Nugraha, Guide Profesional (Exotic Tour).


Galih Sedayu, Fotografer & Pegiat Foto (APC Institute).


T.Bachtiar, Geograf & Pecinta Lingkungan (Kelompok Riset Cekungan Bandung).

FOTO & TULISAN SINGKAT TENTANG GUNUNG PADANG
http://fotografius.wordpress.com/2011/06/18/refleksi-dan-jejak-jaman-di-gunung-padang/

BIAYA INVESTASI / PENDAFTARAN
Rp 200.000,- (dua ratus ribu rupiah) 
Pembayaran dapat dilakukan secara langsung di APC Institute atau melalui transfer ke rek BCA atas nama Christina Listya BW 4370828551 KCP Achmad Yani (bukti transfer dibawa pada saat registrasi ulang).

BATAS AKHIR PENDAFTARAN
Kamis,  21 Juli 2011

FASILITAS PESERTA

Handout / modul fotografi.

Sarapan & Makan Siang.

Transportasi.

Sertifikat Workshop.

Terimakasih & selamat menuntut ilmu bagi para sahabat. Semoga sukses bagi si rajin. Salam.

INFO LANJUT
apc institute
agency, program management & creative school of photography
surapati core blok m32
jalan phh.mustofa 39 bandung
telepon 022-87242729 / 70160771
contact person: rani (022-92347207)
apc_institute@yahoo.com
facebook/apc institute & twitter @apcinstitute
http://www.apc-institute.com

May 30, 2011

Merekam berbagai citra hidup dalam satu jiwa (Tulisan singkat tentang Photo Story)

Oleh Galih Sedayu

Di dalam dunia fotografi kita telah banyak mengenal istilah karya Single Photo (foto tunggal). Pada umumnya telah banyak para pemotret yang menghasilkan karya Single Photo tersebut misalnya saja foto seorang bocah kecil, sebuah bangunan tua ataupun sekilas pemandangan pagi. Ada istilah lain tentang karya foto dalam dunia fotografi yang berbeda dengan karya foto tunggal yaitu Photo Story. Ada juga yang menyebutnya dengan istilahPicture Story atau Photo Essay. Apa itu sebenarnya Photo Story?

Photo Story atau Foto Cerita adalah kumpulan karya foto yang dibuat dengan tujuan untuk menyampaikan sebuah cerita dari suatu tempat, peristiwa ataupun sebuah isu yang ada. Dimana foto-foto tersebut merepresentasikan karakter serta menyuguhkan emosi bagi yang melihatnya, berdasarkan sebuah konsep yang menggabungkan antara seni dan jurnalisme. Semua karya Photo Story merupakan kumpulan karya foto, tetapi tidak semua kumpulan karya foto merupakan karya Photo Story.

Ada dua Jenis Photo Story. Yang pertama adalah Foto Naratif yaitu kumpulan karya foto berdasarkan urutan dari sebuah kejadian atau peristiwa. Misalnya foto-foto tentang seorang ibu penjual jamu dimana si pemotret mengikuti dan merekam segala aktivitas ibu penjual jamu tersebut dari mulai mempersiapkan dagangan jamunya di rumah, berangkat keluar rumah untuk menjajakan jamunya hingga pulang kembali ke rumah. Jenis Photo Story yang kedua adalah Foto Tematik yaitu kumpulan karya foto yang memfokuskan pada sebuah tema sentral dimana foto-foto yang diambil tidak melulu mentitik-fokuskan pada sebuah tempat ataupun peristiwa tertentu. Tetapi foto-foto tersebut relevan dengan tema yang diambil misalnya isu pendidikan yang rendah, pengentasan kemiskinan, polusi pabrik dan lain sebagainya.

Adapun langkah- langkah yang dilakukan untuk membuat sebuah Photo Story yaitu:

  1. Tentukan sebuah topik atau tema
  2. Lakukan penelitian kecil
  3. Membuat sebuah cerita yang nyata
  4. Mencari emosi & karakter
  5. Eksekusi foto

Eksekusi Photo Story yang baik yaitu foto-foto yang   bercerita dimana foto-foto tersebut dapat berdiri sendiri, foto-foto dengan berbagai penyajian (sudut lebar, potret, detail), foto-foto yang memiliki urutan foto yang baik (menarik, logis & efektif bercerita), foto-foto yang memiliki Informasi & Emosi (mampu menyampaikan sebuah pesan yang baik) dan foto-foto yang menyertakan caption atau keterangan tentang foto.

Dalam proses pemilihan & penyusunan urutan Photo Story ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu:

  1. The Lead Photo, yaitu Foto yang paling menonjol dari seluruh rangkaian foto.
  2. The Scene, yaitu Foto yang menggambarkan suasana atau tempat dari tema sentral.
  3. The Portraits, yaitu Foto potret yang dramatik & menggugah emosi.
  4. The Details Photo, yaitu Foto yang terfokus pada detail sebuah obyek misalnya bangunan, wajah ataupun benda.
  5. The Semiotic Photo, yaitu Foto sederhana yang memiliki nilai simbolis dan makna tertentu dari sebuah cerita
  6. The Signature Photo, yaitu Foto yang menangkap sebuah kesimpulan dari sebuah cerita.
  7. The Clincher Photo, yaitu Foto yang menentukan akhir dari sebuah cerita berupa harapan, kebahagiaan atau sesuatu yang membangkitkan inspirasi.

Ketika kita membuat Photo Story ada beberapa hal lain yang dapat mempengaruhi hasil karya diantaranya adalah penguasaan teknis pemotretan, wawasan & kreativitas pemotret, kejelian pemotret dalam merekam obyek foto, dan totalitas pemotret. Sehingga ketika kita memiliki semua hal itu, niscaya foto-foto yang telah kita hasilkan akan mengeluarkan sebuah citra yang utuh dari peristiswa atau isu yang kita pilih.

Akhir kata semoga segala citraan yang dihadirkan kembali oleh mata fotografi kita dapat menjadi adegan-adegan beku bersejarah yang terus dikenang dan terus dibagikan bagi kelangsungan peradaban cahaya juga bagi kelangsungan hidup manusia sampai akhir hayatnya.

A PHOTO STORY BY DILIP VISHWAMITRA BHATIA
“Happy Home and School for the Blind”

(c) Dilip Vishwamitra Bhatia

May 30, 2011

Kassian Cephas, Legenda Pemotret Indonesia dan Saksi Sejarah Fotografi Tanah Air

Oleh galih sedayu

Kassian Cephas, 1905 (Courtesy P.Cephas)

Kassian Cephas. Tidak bisa dipungkiri bahwa nama besar tersebut erat kaitannya dengan keberadaan  dan identitas fotografi indonesia. Cephas banyak disebut sebagai pelopor pemotret pribumi yang pertama di indonesia. Terlahir dengan nama Kasihan di Kota Yogyakarta pada tanggal 15 Januari 1845, merupakan putra dari seorang ayah yang bernama Kartodrono dan seorang ibu yang bernama Minah. Tetapi beberapa literatur menyebutkan bahwa Cephas merupakan anak asli orang belanda yang bernama Frederik Bernard Franciscus Schalk dan lahir pada tanggal 15 Februari 1844. Setelah masuk kristen protestan dan dibaptis pada tanggal 27 Desember 1860 di sebuah gereja di Kota Purworejo, nama Kasihan berubah menjadi Kassian Cephas. Nama “Cephas” tersebut merupakan nama baptis yang sama artinya dengan Petrus dalam bahasa indonesia.

Cephas belajar fotografi untuk pertama kalinya kepada seorang fotografer dan pelukis yang bernama Isodore Van Kinsbergen di Jawa Tengah poda kurun waktu 1863-1875. Selain Kinsbergen, Cephas pun sempat berguru kepada Simon Willem Camerik, seorang fotografer dan pelukis yang kerap mendapatkan tugas memotret kraton Yogyakarta dari Sultan Hamengkubuwono VII. Pada tahun 1870 ketika Camerik meninggalkan Yogyakarta, Cephas diberi amanat oleh Sultan Hamengkubuwono VII sebagai fotografer dan pelukis resmi kraton Yogyakarta.  Karya foto pertama Cephas menggambarkan obyek Candi Borobudur yang dibuat pada tahun 1872.

Circa 1890. KITLV 40154; 11×16 cm ; albumen print

Cephas memiliki sebuah studio foto di daerah Loji Kecil yang sekarang letaknya berada di Jalan Mayor Suryotomo dekat Sungai Code di Jawa Tengah. Cephas pun mempunyai seorang asisten foto yang bernama Damoen. Nama Cephas semakin bersinar ketika Isaac Groneman yaitu seorang dokter resmi sultan asal belanda memujinya di sebuah artikel yang ia tulis untuk untuk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (Lembaga Kesenian dan Ilmu Pengetahuan Batavia) pada tahun 1884. Kemudian Cephas bergabung dengan sebuah perkumpulan yang didirikan oleh Isaac Groneman dan J.W. Ijzerman mendirikan Vereeniging voor Oudheid-, Land,- Taal- en Volskenkunde te Yogjakarta (Union for Archeology, Geography, Language and Etnography of Yogyakarta) pada tahun 1885 ( yang selanjutnya disebut Vereeniging voor Oudheid). Karir Cephas pun semakin meningkat ketika ia bergabung dengan perkumpulan tersebut. Terbukti ketika karya-karya foto Cephas masuk ke dalam dua buah buku yang dibuat oleh Isaac Groneman, In den Kedaton te Jogjakartadan De garebeg’s te Ngayogyakarta dan diterbitkan oleh penerbit komersial Brill di kota Leiden pada tahun 1888. In den Kedaton berisi tulisan dan gambar collotypes tarian tradisional Jawa. Sedangkan De garebeg’s berisi tulisan dan gambar upacara Garebeg. Semua gambar foto collotype dibuat Chepas atas ijin dari Sultan Hamengkubuwono VII. Kompilasi karya Cephas pun kemudian dijadikan souvenir bagi kaum elit eropa yang akan pulang ke negaranya serta kaum pejabat baru belanda yang mulai bertugas di Kota Yogyakarta.

Tittle Page of De garebeg’s

Pada tahun 1889-1890 Pemerintah Hindia Belanda menunjuk Cephas untuk membuat foto tentang situs-situs Hindu-Jawa Kuno di Jawa Tengah. Dimana Candi Borubudur merupakan salah satu obyek foto situs tersebut setelah penemuan dasar tersembunyi yang memuat relief Karmavibhanga pada tahun 1885 oleh J.W. Ijzerman. Setelah berakhirnya proyek pengangkatan relief Candi Borobudur di akhir tahun 1891, jumlah foto yang dihasilkan Chepas adalah 164 foto dasar tersembunyi, 160 foto relief dan 4 foto situs Borobudur. Pada saat yang bersamaan, Cephas memperoleh status gelijkgesteld met Europanen (sejajar dengan orang Eropa) untuk dirinya dan kedua anaknya, Sem dan Fares dari Pemerintah Hindia Belanda. Pada tahun 1892 Chepas diangkat sebagai anggota luar biasa Lembaga Kesenian dan Ilmu Pengetahuan Batavia. Cephas pun pernah mendapat kesempatan untuk memotret kunjungan Raja Rama V (Chulalongkorn) dari Thailand ketika raja tersebut menyambangi Yogyakarta pada tahun 1896. Salah satu jejak karya Cephas yang lain adalah Buku Wajang orang Pregiwa yang dibuat oleh Sultan Hamengkubuwono VII untuk kemudian diberikan kepada Ratu Wilhelmina dan Pangeran Hendrik dari Mecklenburg-Schwerin sebagai hadiah pernikahan mereka berdua.

Cover of the Wajang orang Pergiwa

Pada saat Cephas berumur 60 tahun, beliau mulai pensiun dari bisnis fotografi yang digelutinya. Dimana Sem, putra Cephas lah yang meneruskan karirnya di dunia fotografi. Tanggal 16 November 1912 menjadi hari yang bersejarah. Kassian Cephas meninggal dunia setelah mengalami sakit yang berkepanjangan. Cephas dimakamkan di Kuburan Sasanalaya yang terletak antara pasar Beringharjo dan Loji kecil. Begitulah sekelumit episode singkat tentang kehidupan Kassian Cephas, seorang pahlawan fotografi indonesia yang menjadi legenda. Yang ironisnya kadang dilupakan oleh sebagian individu yang menyebut dirinya fotografer indonesia. Walaubagaimanapun nama Kassian Cephas harus terus tercatat di dalam lembaran sejarah fotografi indonesia. Seorang tokoh yang begitu banyak menghadirkan jejak karyanya seiring dengan sejarah perkembangan bangsa indonesia. Agar menjadi bagi kita sebuah kisah yang terus menyulut api semangat dan menanamkan pohon inspirasi tidak hanya bagi para pewarta cahaya melainkan juga bagi sebuah bangsa yang merdeka.

Sumber Pustaka :

* Groeneveld, Anneke. (ed.). 1989. Toekang Potret100 Jaar Fotografie in Nederlandsch Indie 1839-1939. Amsterdam: Fragment.

* Knaap, Gerit. 1999. Chepas, Yogyakarta; Photography in the service of Sultan. Leiden: KITLV Press.

May 30, 2011

BMW – Business & Management Workshop of Photography…{CLOSED}

Menjumpai sahabat…

APC Institute  menghadirkan sebuah program yaitu

BMW
Business & Management Workshop of Photography

TUJUAN
Para peserta workshop dapat menerapkan berbagai metoda, menyerap pengalaman & mengembangkan wawasan yang disampaikan oleh para pembicara ke dalam sebuah bisnis usaha fotografi yang baru atau telah dimulai.

SASARAN PESERTA
Mahasiswa/i
Pekerja Lepas
Masyarakat Umum

WAKTU
Sabtu 25 Juni 2011
Pukul 10.00 wib s/d 15.00 wib

MATERI WORKSHOP
Business Plan
Strategi Marketing
Negosiasi dengan Klien
Membuat surat perjanjian kerja
Menyusun Program Kerja

JADWAL KEGIATAN
Pukul 10.00-11.00 wib : Pemberian materi bisnis & manajemen fotografi retail oleh Hendrikus Ardianto
Pukul 11.00-12.00 wib : Pemberian materi bisnis & manajemen fotografi alternatif oleh Galih Sedayu
Pukul 12.00-13.00 wib : Makan Siang
Pukul 13.00-15.00 wib : Simulasi, Evaluasi & Tanya Jawab

TEMPAT WORKSHOP
Cawan Photo Space
Surapati Core Blok M32 Lantai 3
Jalan PHH.Mustofa 39
Bandung 40192

TUTOR WORKSHOP
Galih SedayuPemilik APC Institute
Hendrikus Ardianto
Pemilik Papyrus Photo

SYARAT & KETENTUAN

Program ini ditujukan bagi siapapun yang akan/telah memulai bisnis usaha fotografi.

Kelas workshop baru akan berlangsung dengan jumlah peserta minimal sebanyak 7 orang.

Maksimal peserta 25 orang.

BIAYA PENDAFTARAN
Rp 150.000,- (seratus lima puluh ribu rupiah) 
Pembayaran dapat dilakukan secara langsung di APC Institute atau melalui transfer ke rek BCA atas nama Christina Listya BW 4370828551 KCP Achmad Yani (bukti transfer dibawa pada saat registrasi ulang). Bagi peserta yang telah mentransfer mohon konfirmasi via sms ke no 022-70160771 atau email ke apc_institute@yahoo.com dengan menyertakan nama, alamat & no telepon.

BATAS AKHIR PENDAFTARAN
Kamis 23 Juni 2011

FASILITAS PESERTA

Handout / modul fotografi

Ruang kelas dengan Air Conditioner (AC) & Ruang Hijau untuk rehat, santai & diskusi

Laptop & LCD Projector untuk simulasi materi peserta

Makan Siang (Lunch)

Sertifikat Workshop

PENDUKUNG PROGRAM
Telingamata Communications
Papyrus Photo
Fotografi Bergerak
Perpustakaan Fotografi Andhika Prasetya
Cawan Photo Space

INFO LANJUT
apc institute
agency, program management & school of photography
surapati core blok m32
jalan phh.mustofa 39 bandung
telepon 022-87242729 / 70160771
contact person: rani (022-92347207)
apc_institute@yahoo.com
facebook/apc institute & twitter @apcinstitute
http://www.apc-institute.com

May 26, 2011

TEMPAT SAMPAH – Konsultasi Gratis Manajemen Fotografi Khusus Pelajar

Menjumpai sahabat…

air foto network menghadirkan sebuah program edukasi yang bertajuk

TEMPAT SAMPAH
Konsultasi Gratis Manajemen Fotografi Khusus Pelajar

TENTANG PROGRAM
Program ini dinamakan “Tempat Sampah” karena air foto network bersedia menjadi sebuah tempat berkeluh kesah, tempat curhat dan tempat bertanya secara cuma-cuma mengenai apapun yang berhubungan dengan penyelenggaraan sebuah program fotografi. Harapannya adalah bahwa sampah-sampah yang dibuang atau diceritakan kepada kami nantinya dapat bermanfaat dan timbul sebuah pencerahan, ide atau inspirasi baru untuk menciptakan sebuah program kreatif fotografi. Program ini khusus ditujukan bagi Para Pelajar & Mahasiswa/i yang belum mempunyai pengalaman serta bermaksud untuk mengadakan sebuah program fotografi seperti Lomba Foto, Pameran Foto, Seminar & Workshop Foto, Festival Foto, Ekskursi Foto, Presentasi Foto, dan lain-lain.

TUJUAN
Agar Para Pelajar & Mahasiswa/i dapat memahami dan mampu melaksanakan sebuah program kreatif fotografi dari mulai yang sederhana maupun kecil tetapi dilakukan dengan cara yang benar.

TEMPAT
Seluruh Ruang Publik yang ada di Kota Bandung (Taman, Hutan, Sungai, Kampung, dan lain-lain)

Tempat Sampah

Kampung Foto Bandung

Ngopi #3

galih sedayu

galih sedayu

(c) air foto network

WAKTU
Kapanpun selama membuat janji terlebih dahulu.

BIAYA
Gratis atau tidak dikenakan biaya sepeserpun.

KONSULTAN
galih sedayu (twitter @galihsedayu)
Fotografer, Pegiat Foto & Pendiri air foto network

KETERANGAN
Bagi Para Pelajar & Mahasiswa/i yang akan mengikuti program ini, mohon follow & mention twitter air foto network (@airfotonetwork) dengan menuliskan nama lengkap & asal institusi atau email ke airfotonetwork@gmail.com (nama, no telepon & asal sekolah atau universitas).

Mengalir sampai jauh…

INFO LANJUT
air foto network
agensi, edukasi & manajemen fotografi
surapati core blok m32
jl. phh. mustofa 39 bandung 40192
ph. +62-22-87242729
airfotonetwork@gmail.com
facebook / air foto network
twitter @airfotonetwork
http://www.airfotonetwork.com