Archive for December, 2011

December 11, 2011

Buku Foto “Creative Indonesia – A Nation In Change” – 2011

(#1) Koleksi Perpustakaan Foto Andhika Prasetya – Air Foto Network
“Creative Indonesia – A Nation In Change”
Photographers: Agus Bebeng, Ahmad Subaidi, Akbar Nugroho Gumay, Alexander Triyono, Andika Betha, Andika Wahyu, Anis Ezifudin, Ari Bowo Sucipto, Basrul Haq, Bhakti Pundhowo, Chandra Moh Amin, Dudi Sugandi, Eric Ireng, Fanny Octavianus, Galih Sedayu, Hasan Sakri Ghozali, Helmy Faisal Zaini, Hermanus Prihatna, Herry Hermawan, Himawan Paramayuda, Irsan Mulyadi, Ismar Patrizki, Jefri Aries, John Suryaatmadja, Kristianto Purnomo, Made Sastra, Maulana Surya Tri Utama, Mazini Hafizhuddin, Noveradika, Nyoman Budhiana, Prasetyo Utomo, Puspa Perwitasari, R. Rekotomo, Rahmad Gunawan, Regina Safri, Rezza Estily, Rosa Panggabean, Sahrul Manda Tikupadang, Saptono, Teresia May, Toro Arijayadi, Wahyu Putro, Widodo S. Jusuf, Wildan Anjarbakti, Yori Antar, Yudhi Mahatma, Yusran Uccang
-2011-

December 11, 2011

Liputan Kemilau Nusantara Photo Contest 2011 @ CHIP Foto Video Edisi Desember 2011

(c) apc institute – 2011

December 11, 2011

Surat dari salah satu peserta Pos Indonesia Photo Contest 2011 yang bernama Lutfiah asal Deli Serdang berisi impian untuk memiliki Studio Foto

Pada saat tim kerja APC Institute melaksanakan penjurian program Pos Indonesia Photo Contest 2011, tepatnya hari Jumat tanggal 9 Desember 2011 di Gedung Wahana Bhakti Pos, Lantai 8, Jalan Banda No 31 Bandung…kami menerima sepucuk surat di dalam tumpukan-tumpukan amplop karya foto yang dikirim oleh para peserta lomba dari seluruh indonesia. Surat tersebut ditulis pada tanggal 25 November 2011 oleh (tampaknya seperti) seorang gadis yang bernama Lutfiah (Fia) yang berasal dari Desa Sudirejo, Deli Serdang. Surat tersebut berisikan impiannya untuk memiliki studio foto sendiri. Entah isi surat tersebut benar atau tidak, kami serahkan sepenuhnya kepada para pembaca agar dapat menyimaknya baik-baik. Beginilah isi surat tersebut.

(1)

(2)

(3)

Berikut adalah tulisan yang disadur dari surat aslinya:

Sudirejo,25 November 2011

Assalamu’alaikum wr.wb

Perkenalkan nama saya Lutfiah, biasa dipanggil Fia.

Berawal dari sebuah impian tuk memiliki studio foto sendiri saat melihat fb ada lomba foto, Fia langsung tertarik walaupun sebelumnya belum pernah mengikuti lomba foto apapun J

Fia sangat berharap bias mendapatkan  salah satu hadiah yang tersedia.

Begini rencana Fia,

Pertama: Uangnya akan Fia belikan camera Polaroid 300 instan dengan camera itu Fia bisa mengumpulkan  uang untuk membeli laptop. (Caranya, Fia akan datangi tempat-tempat wisata atau tempat-tempat yang lagi ngadain acara. Fia akan mencari orang-orang yang mau difoto dan bisa langsung cetak, yang pastinya uangnya juga langsung dapet)

Rencana B:

Fia akan mencari pinjaman uang tuk membeli camera Polaroid 300 instan (sekitar Rp.900.000,- s/d Rp.1.000.000,-) warna putih+biru. Begitu cameranya uda di tangan, Fia akan mendatangi tempat-tempat wisata atau tempat-tempat yang lagi ngadain acara (bias juga di sekolah-sekolah) dengan asumsi setiap kali foto Rp.5000,- / foto. Misalkan dalam 1 hari Fia bisa memfoto 20 orang maka:

Rp.5000,- x  20 = Rp.100.000,-

Artinya, dalam waktu 2 minggu fia bisa mengembalikan uang tuk membeli camera tersebut.

Setelah itu, Fia akan bekerja keras tuk mengumpulkan uang membeli laptom dan modem. Laptop ini sangat berguna banget bagi Fia karena Fia berencana membuat toko online (biaya pembuatannya hanya Rp.150.000,-)

Kalau uda punya laptop,Fia bias lebih aktif “promosi” dan bias menjawab semua pertanyaan calon pembeli 24 jam “non stop” atau sekedar membalas komentar dari calon pelanggan.

Itu artinya,Fia uda punya 2 mesin uang. Uang dari kedua mesin uang Fia ini nantinya Fia gunakan untuk biaya Kursus “bisnis digital printing” (Rp.1.800.000,-) dalam waktu 2 bulan.

Dua bulan kemudian Fia akan membuka digital printing dengan berbagai mesin print: textile printer, print photo mug, photo pin, photo sticker (banyak benda yang biusa dikreasikan memakai foto sendiri seperti: jam tangan,payung,tas,gelas,pin,baju,bingkai,dll).

Dari studio foto ini bias membentuk usaha-usaha baru yang saling berhubungan “mapping plan”:

STUDIO FOTO > SALON > BUTIK > PENYEWAAN BAJU > PENYEWAAN CAMERA DIGITAL > JUAL BINGKAI FOTO > DIGITAL PRINTING

Kenapa Fia menceritakan ini semua?

Karena:

> Dari berbagai buku yang Fia baca, kalau kita punya impian “ceritakanlah kepada orang-orang disekitar anda”

Dan Fia percaya itu, karena dengan berbagi cerita, orang lain akan tau apa yang kita inginkan. Kalau mereka sudah tau, tentu mereka tau bantuan apa yang bias diberikan.

Itu artinya, impian Fia akan semakin mudah terwujud!

Selanjutnya Fia akan mewujudkan 40 impian Fia selanjutnya.

Salam Optimis Semuanya!

Yang punya keinginan,

———LUTFIAH———

Buat temen-temen yang mau kasi alternative rencana C, rencana D dan seterusnya bias menghubungi Fia.

No tlp: 087869197299

Facebook: Lutfia (spasi) fia.

Email: Lutfia_2298@yahoo.co.id

Atau ada yang mau meminjamkan cameranya ke Fia?

Atau ada yang mau ngasi tantangan berhadiah camera Polaroid 300 Instan?

Nama: Lutfiah

Alamat: Jl. Inpres Dusun Asih Desa Sudirejo RT.002/RW.002 (Depan Balai Pengobatan Anggita) Pasar II, Namorambe, Kab. Deli Serdang 20356

Tlp: 087869197299

Email: Lutfia_2298@yahoo.co.id

December 11, 2011

Foto Liputan Program Penjurian Pos Indonesia Photo Contest 2011

Pada hari Jumat tanggal 9 Desember 2011 telah dilaksanakan penjurian program Pos Indonesia Photo Contest 2011 dengan tema Transformasi Pos Indonesia. Program yang telah berlangsung sejak tahun 2006 ini diselenggarakan oleh PT Pos Indonesia bekerja sama dengan APC Institute. Penjurian lomba foto ini bertempat di Gedung Wahana Bhakti Pos, Lantai 8, Jalan Banda No 31 Bandung yang dimulai dari pukul 13.00 WIB dan berkahir pukul 17.00 WIB. Lomba foto ini diikuti oleh 270 peserta yang berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Adapun jumlah karya foto yang masuk sebanyak 948 karya foto. Dewan juri lomba foto ini terdiri dari 5 orang yaitu Dudi Sugandi (Wartawan Foto Senior Pikiran Rakyat), Galih Sedayu (Fotografer & Pengelola APC Institute, Jay Subyakto (Sutradara & Penata Artistik), Oscar Motuloh (Kurator Galeri Foto Jurnalistik Antara) dan Tavip Parawansa (Direktur Keuangan PT Pos Indonesia). Para Dewan Juri akhirnya berhasil memilih 25 karya foto terbaik yang terdiri dari 3 orang pemenang utama, 2 orang pemenang harapan dan 20 orang pemenang favorit. Rencananya pengumuman pemenang akan dilaksanakan pada tanggal 22 Desember 2011 di jakarta. Selamat kepada para pemenang dan terima kasih kepada seluruh partisipan program Pos Indonesia Photo Contest 2011.

(c) APC Institute – 2011

December 11, 2011

Karya Foto Finalis/Nominasi Program Pos Indonesia Photo Contest 2011

” Down Stairs ” karya Adhityo Sujiwo
– Pontianak –

” Pantang Menyerah ” karya Adithya Hendy Suroso
– Cipinang, Jakarta –

” Scanning ” karya Ahmad Nafik Mundzir
– Surabaya –

” Teliti & Akurat ” karya Anom Manik Agung
– Denpasar, Bali –

” Antre BLT ” karya Gunawan Wicaksono
– Depok, Jawa Barat –

” Ambil Uang Pensiun ” karya Hasan Sakri Ghozali
– Ngawi, Jawa Timur –

“Tetap Buka” karya Hasan Sakri Ghozali
– Ngawi, Jawa Timur –

” Pak Pos Yang Selalu Dinanti ” karya Herianus
– Jakarta Selatan –

” Peti Kemas ” karya M.Ghazali
– Krakatau, Medan –

” Menyeberang ” karya Muhammad Sujai
– Sidoarjo, Jawa Timur –

” NT ” karya Mutiabella Trisnawati
– Bandung –

” Releksi Kerja ” karya Nur Efendy
– Denpasar, Bali –

” Pos Ekspres ” karya Djoko Wibowo
– Banjarmasin –

” Ayah Ade Kirim Surat Ya…!!! ” karya Roni Mawardi
– Jakarta –

” Filateli On The Road ” karya Rozie Soehendy
– Bandung –

” Siaga Oranye ” karya Rozie Soehendy
– Bandung –

” Tertarik Filateli ” karya Rozie Soehendy
– Bandung –

” Alamat Dalam Pasar ” karya Sugede SS
– Solo –

” Layanan Pos Kecil di Tanah Air ” karya Sutarya Partadisastra
– Bandung –

” Gerak Cepat ” karya Thaib Chaidar
– Makasar –

” Belajar Berkirim Surat ” karya Wawan Wahjudianto
– Malang –

” Perangko Sendiri ” karya Yudy Fachrurozi
– Jakarta  –

” Pekerjaan dan Tanggung jawabku ” karya Yulius Pakuli
– Sorong, Papua Barat –

” Dengan Pos Keliling Bayar Listrik Lebih Mudah ” karya Yusak Teguh Utomo
– Surabaya –

” Pulang Sekolah Aku dan Adik ke Pos Keliling ” karya Yusak Teguh Utomo
– Surabaya –

December 9, 2011

Tulisan Singkat & Foto Liputan Program Photo Rendezvous Bersama Oscar Motuloh & Jay Subiyakto @ Cawan Photo Space – Kamis 8 Desember 2011

SEBUAH SIKAP DALAM VISUAL FOTO
Oleh Galih Sedayu

Photography Now. Tema ini diangkat menjadi isu utama dalam program rutin Photo Rendezvous #10 yang digagas oleh APC Institute (air photography communications), bertempat di Cawan Photo Space, Surapati Core blok M32 Bandung. Tamu pembicara program Photo Rendezvous kali ini yaitu Oscar Motuloh dan Jay Subyakto yang dimoderatori oleh Galih Sedayu  selaku pengelola APC Institute. Oscar Motuloh merupakan seorang pewarta foto senior dan kurator Galeri Foto Jurnalistik Antara di Jakarta. Sedangkan Jay Subyakto adalah seorang fotografer, penata artistik dan sutradara di berbagai  video musik, konser dan iklan.

Moderator Galih Sedayu membuka program diskusi ini dengan sebuah paparan singkat mengenai sejarah dan peran fotografi. Dari mulai fotografi ditemukan pada tahun 1839 oleh Louis Jacques Mande Daquerre, lalu kemunculan fotografi pertama kali di Indonesia yang dibawa oleh Jurrian Munich pada tahun 1841, kemudian pendokumentasian foto yang cukup lengkap tentang Indonesia oleh Walter Woodbury dan James Page tahun 1857, diakhiri dengan fotografer pribumi pertama di Indonesia yaitu Kassian Cephas yang diangkat menjadi fotografer keraton pada tahun 1870 oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IV. Sehingga pada akhirnya muncul pertanyaan menyoal perubahan-perubahan apa saja yang signifikan mengenai perkembangan fotografi dari sisi karya foto yang dibuat oleh si pemotret, sejak era dahulu hingga masa kini.

Oscar Motuloh pun menjawab bahwasanya tidak ada yang berubah secara signifikan perihal karya fotografi yang diciptakan oleh fotografer sejak  jaman dulu dan sekarang, selama isu yang dihadirkan adalah content atau isi foto. Karena menurut Oscar, sejatinya media fotografi itu digunakan oleh seorang pemotret untuk menyampaikan opini atau komentar perihal apa yang dilihat oleh masing-masing pemotret. It’s about an art of seeing. Oleh karena itu karya foto yang memiliki muatan dan pesan sosial misalnya, tidak terlepas dari pengaruh ide, wawasan dan skill dari si pemotret. Oscar pun mengumpamakan sebenarnya ketika kita membaca, menulis atau memikirkan sebuah peristiwa tertentu, pada saat itulah muncul sebuah gambar yang terlintas di dalam imajinasi kita sendiri. Karenanya Oscar berpendapat bahwa pada jaman sekarang, sangatlah penting kekuatan sebuah ide dalam menghasilkan karya foto karena ia menjadi landasan utama dalam proses kreatif fotografi yang pada akhirnya menciptakan subyektifitas pada obyek yang direkam. Setelah itu Oscar menyajikan secara visual sebuah iklan FIAT berdurasi kurang lebih 1,5 menit untuk memberikan pemahaman bahwasanya saat ini gambar dan audio dapat menjadi satu kesatuan yang utuh di dalam memaknai sebuah tujuan penyampaian visual. Kemudian Oscar menutup pemaparannya dengan sebuah slide show karya foto hitam putih yang dibuatnya mengenai bencana lumpur lapindo di Sidoarjo. Dimana aransemen musik yang menjadi back sound karya fotonya diciptakan oleh komposer Toni Prabowo dan diisi oleh suara vocal dari Nya Ina Raseuki atau Ubiet. Bila kita lihat, Slide Show yang diberi judul Atlantis Van Java ini bagaikan sebuah eufemisme visual yang menyindir pemerintah dalam menangani bencana lumpur lapindo.

Akhirnya tiba giliran Jay Subyakto yang memaparkan materinya. Slide pertama yang diperlihatkan adalah sebuah tulisan dari salah satu brosur hotel yang dilihatnya, berbunyi “Why not think things that have never been thought before”. Tulisan inilah yang menginspirasi seorang Jay untuk menciptakan karya-karya visual baik itu foto dan video, yang berbeda dari yang lainnya. Ia mengutarakan bahwa mengapa kita harus membuat sebuah karya yang sama dengan orang lain, kenapa kita tidak berani membuat sesuatu yang berbeda atau melawan pakem-pakem yang ada. Ia pun memberikan contoh beberapa karya fotonya yang disajikan Out of Focus, yang mungkin bagi sebagian orang menentang foto hasil bidikannya dan berpendapat bahwa foto tidak fokus itu adalah foto yang gagal. Lalu Jay bercerita pada umumnya banyak perusahaan di Indonesia yang menggunakan jasa sutradara iklan dengan mengimpor mereka dari luar negeri. Sehingga kadang lokasi syutingnya pun dilakukan di luar Indonesia. Padahal menurut jay, semua tim yang diperlukan untuk menggarap iklan itu sudah tersedia dan ada di Indonesia. Dari mulai sutradara, director of photography (dop), hingga digital imaging artist. Untuk itulah Jay selalu memberikan persyaratan kepada semua klien yang ingin menggunakan jasa profesionalnya, agar semua tim kerjanya wajib menggunakan tenaga ahli dari Indonesia dan lokasi syutingnya pun wajib di Indonesia. Prinsip itulah yang dipegang teguh oleh Jay hingga kini karena ia ingin memberikan pemahaman bahwa sudah sepatutnya lah kita harus bangga terhadap Negara Indonesia, terhadap apa yang bangsa kita miliki sekarang.

Ada beberapa karya visualnya dalam bentuk iklan yang dipresentasikan pada program Photo Rendezvous ini. Diantaranya iklan salah seorang pengusaha tenun, iklan produk citra dan iklan produk rokok Gudang Garam. Banyak hal menarik yang disampaikan olehnya ketika menggarap iklan-iklan tersebut. Seperti pada saat Jay diminta untuk menggarap iklan produk kecantikan citra. Saat itu ia memberikan persyaratan kepada kliennya bahwa ia tidak mau mengambil gambar adegan wanita yang sedang lulur ataupun menampilkan kulit seorang wanita yang tadinya hitam lalu tiba-tiba berubah menjadi putih setelah menggunakan produk citra tersebut. Jay ingin membuat sebuah konsep baru bahwa ia ingin menampilkan sisi lain dari seorang wanita yaitu kekuatannya sehingga menjadi identik dengan produk kecantikan tersebut. Setelah iklan itu ditayangkan, ternyata Jay tidak pernah mendapatkan pekerjaan itu lagi. Meski begitu ia cuek karena baginya sangat penting untuk menjadi berbeda dan membuat karya-karya yang baru. Lalu ketika Jay membuat iklan visual Gudang Garam, ia pun memilih lokasi syuting di Lapindo dengan menggunakan ratusan tentara sebagai pemainnya, sembari (sebenarnya) menyindir soal bencana lumpur tersebut. Alhasil iklan tersebut hanya dapat tayang sepekan di TV karena langsung mendapat kecaman dan teguran dari Bakrie Group. Sebegitunya. Tapi walaubagaimanapun, misi seorang Jay pada saat itu telah berhasil karena ratusan juta masyarakat Indonesia sempat melihat tayangan visual tersebut. Bila kita lihat, garapan visual apik yang dibuat oleh seorang Jay merupakan cuplikan-cuplikan fotografis yang sangat kental. Dia mencoba untuk menjahit pesan, harapan dan provokasi yang menggelora dalam dirinya sehingga menjadi sebuah kain yang utuh dalam bentukan visual yang diciptakannya. Bila kita bertanya kepada Jay, apa yang menjadi relevansi antara karya-karyanya dengan isu Photography Now? Mungkin baginya adalah sebuah cara lain, cara pandang dan cara pemahaman baru dalam menyikapi sebuah isu yang ditiupkan bersama dengan sebuah prinsip yang menjunjung tinggi kebenaran serta nilai-nilai yang mulia bagi masyarakat kita. Tentunya kita semua harus memiliki sikap optimis bahwa fotografi mampu untuk itu.

(c) APC Institute – 2011

December 6, 2011

PHOTO RENDEZVOUS #10 – “Photography Now” featuring Oscar Motuloh & Jay Subiyakto…{CLOSED}

Menjumpai Sahabat

APC Institute mengundang para sahabat untuk menghadiri program

PHOTO RENDEZVOUS #10
Discussion Talk, Porfolio Reviews, and Story Behind The Shoot

TEMA
“Photography Now”

PEMBICARA
Oscar Motuloh
Fotografer, Pewarta Foto & Kurator Galeri Foto Jurnalistik Antara

Jay Subiyakto
Fotografer & Penata Artistik

TEMPAT
Cawan Photo Space
Ruang Fotografi Publik
Surapati Core Blok M32 Lt3
Jalan PHH.Mustofa 39
Bandung

WAKTU
Kamis 8 Desember 2011
Pukul 19.00 wib – 20.30 wib

KETERANGAN
Program ini bebas untuk umum dan tidak dikenakan biaya (Free).
Bagi sahabat yang ingin hadir mohon menuliskan nama, nomor handphone & asal institusi/kampus/klub di kolom “comments” pada posting ini.

Photo Rendezvous adalah sebuah program edukasi yang diinisiasi oleh APC Institute berupa presentasi foto, diskusi dan cerita di balik pemotretan yang disampaikan oleh seorang pembicara. Penyelenggaraan program Photo Rendezvous tidak memiliki jadwal yang tetap. Karenanya kehadiran Photo Rendezvous ibarat maling yang tidak pernah mengentuk pintu sebelumnya. Photo Rendezvous bisa hadir sebulan sekali, sebulan tidak sama sekali, seminggu sekali, tiga kali sehari, atau sekali-sekali saja. Satu hal yang pasti, Photo Rendezvous akan selalu hadir selama fotografi kita belum mati. Sebab Photo Rendezvous ini ada dengan harapan agar fotografi selalu hidup dan dapat memberikan ruh bagi kita semua yang mengaku sebagai masyarakat visual. Oleh karena itu kami berharap agar Photo Rendezvous dapat menciptakan jejaring di antara komunitas kreatif, membangun rasa persaudaraan dalam satu jiwa serta menghasilkan karya-karya yang dapat meninggalkan jejak peradaban bagi manusia. Sehingga tidak akan pernah ada kata kesepian dalam fotografi kita.

Mari bergerak bersama kami…

INFO LANJUT
APC Institute
air photography communications
agency, education centre & program management of photography
surapati core blok m32
jalan phh.mustofa 39 bandung
telepon 022-87242729 / 70160771
contact person: rani (022-92347207)
apc_institute@yahoo.com
facebook: apc institute & twitter: @apcinstitute
http://www.airfotonetwork.wordpress.com

December 6, 2011

AWARENESS PHOTOGRAPHY CHALLENGE – Lomba Foto Pemanfaatan Ilmu Rekayasa Dalam Menanggapi Permasalahan Kota…{CLOSED}

Menjumpai Sahabat

Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM) ITB bekerjasama dengan APC Institute mengundang para sahabat untuk berkolaborasi pada program:

AWARENESS PHOTOGRAPHY CHALLENGE

TEMA
Pemanfaatan Ilmu Rekayasa Dalam Menanggapi Permasalahan Kota

LATAR BELAKANG
Perkembangan teknologi yang begitu pesat tak bisa lepas dari kehidupan masyarakat zaman sekarang.  Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat perkotaan. Teknologi dapat menjadi seperti pisau bermata dua,yang dapat bermanfaat namun juga dapat mencelakakan apabila tidak dikelola dengan baik. Permasalahan yang timbul di lingkungan perkotaan dapat diselesaikan dengan memanfaatkan ilmu rekayasa. Kadangkala hal itu tidak disadari secara langsung oleh masyarakat. Photography Challenge merupakan metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan manfaat ilmu rekayasa disekitar lingkungannya. Foto di samping sebagai alat dokumentasi juga sebagai media komunikasi visual mempunyai peran yang sangat penting dalam penyebarluasan informasi. Pada photography challenge, peserta diajak untuk mencari dan mengabadikan hasil rekayasa industri yang tanpa kita sadari ada disekitar kita dan sangat membantu kehidupan masyarakat sekitaranya yang kemudian akan ditampilkan dalam suatu pameran karya sehingga diharapkan penonton yang mengunjungi pameran juga akan timbul kesadaran sosialnya terutama para calon insinyur agar lebih bersungguh – sungguh dalam menuntut ilmu yang kemudian mengaplikasikan ilmunya untuk membantu kehidupan masyarakat melalui benda nyata yang dibuat.

HADIAH LOMBA FOTO
Juara ke-1
Uang Tunai Rp 3.000.000,-

Juara ke-2
Uang Tunai Rp 2.000.000,-

Juara ke-3
Uang Tunai Rp 1.000.000,-

Juara Favorit
Uang Tunai Rp 1.000.000,-

*Juara Favorit dipilih berdasarkan vote sebelum hari H

DEWAN JURI
1) Galih Sedayu (Fotografer & Pengelola APC Institute)

2) Ruli Suryono (Praktisi & Pengajar Fotografi)

3) Dr.Ir.Nathanael Panagung Tandian M.Sc (Dosen Teknik Mesin ITB)

BATAS AKHIR PENGUMPULAN FOTO
22 Januari 2012 pukul 19.00 wib

KETENTUAN LOMBA FOTO
Lomba ini terbuka untuk pelajar, mahasiswa, dan umum (Warga Negara Indonesia).

Karya foto yang dikirim adalah karya ciptaan sendiri, belum pernah dipublikasikan di media cetak skala nasional dan belum pernah memenangkan penghargaan dalam lomba fotografi tingkat nasional atau internasional.

Foto yang diikutsertakan menggunakan kamera digital (Tidak terbatas SLR).

Setiap peserta diperbolehkan mengirimkan maksimal 5 buah karya foto.

Olah digital diperbolehkan, sebatas perbaikan kualitas foto tanpa merubah keaslian objek (sharpening, cropping, color balance, dan saturasi warna).

Tidak diperbolehkan mengirimkan foto berupa kombinasi lebih dari satu foto/menghilangkan/mengubah elemen – elemen dalam satu foto.

Tidak diperkenankan memberi tulisan/watermark/logo/kode/frame/efek apapun pada foto dan foto merupakan karya asli sendiri.

Setiap foto dilengkapi dengan nama fotografer, alamat, no. telp. atau hp, email, judul foto dan deskripsi foto.

Peserta tidak dikenakan biaya pendaftaran.

Karya foto yang dikirim tidak akan dikembalikan dan tetap menjadi arsip panitia.

Hak cipta tetap menjadi milik fotografer namun panitia dapat menggunakan foto para pemenang dalam jangka 2 tahun.

Karya foto dikirim dalam bentuk softcopy dengan ukuran sisi terpanjang 3000 pixel, disimpan dalam JPG, dan dikirim ke Panitia melalui e-mail dengan alamat: apc.mecha@gmail.com.

Pengiriman karya dimulai bulan Desember 2011 dan ditutup tanggal 22Januari 2012 pukul 19.00 WIB.

Dengan mengirimkan karya foto berarti peserta telah dianggap menyetujui semua persyaratan yang telah ditetapkan oleh panitia.

Panitia berhak mendiskualifikasi peserta sebelum dan sesudah penjurian apabila dianggap melakukan kecurangan.

Saat pengambilan hadiah, pemenang harus dapat menunjukan KTP, foto asli (ukuran hi-res), dan surat pernyataan kepemilikan karya foto.

Keputusan dewan juri mutlak tidak dapat diganggu gugat.

Panitia akan memilih 40 karya foto terbaik untuk dipamerkan pada saat hari H.

Pameran akan dilaksanakan pada tanggal 29 Januari 2012 di ITB.

Mari bergerak bersama kami…

INFO LANJUT
Sekretariat Himupnan Mahasiswa Mesin ITB
Labtek II Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganeca 10 Bandung
Contact person: Isroffi (0813-46499634)
apcmecha@gmail.com
http://www.mecha-hmmitb.com

December 4, 2011

Poster of Kemilau Nusantara Photo Contest 2011

Galih Sedayu, Art Director
Rulli Maulana, Graphic Designer
Disbudpar Jabar, Client
Kemilau Nusantara Photo Contest 2011, Program
Semarak Budaya Indonesia, Title

December 4, 2011

Poster of Pos Indonesia Photo Contest 2011

Galih Sedayu, Art Director
Rulli Maulana, Graphic Designer
PT Pos Indonesia (Persero), Client
Posindo Photo Contest, Program
Transformasi Pos Indonesia, Title